Tantangan pers hari ini dan masa lalu berbeda, semuanya harus dirumuskan ulang sehingga eksistensi pers mahasiswa tetap utuh sebagaimana periode-periode sebelumnya. Pada awal terbentuknya sampai dengan hari ini, pers terus berubah dengan beragam dinamika dan tantangan yang berbeda beda.
Jika pada awal kemunculannya lebih kepada perjuangan merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara dan pada tahapan selanjutnya lebih kepada tahapan kontrol sosial, kontrol pemerintahan dan kontrol politik.
Jika media pers umum tidak mampu memberitakan secara bebas dan lugas, maka pers mahasiswa mengambil peran itu.
Hal tersebut disampaikan Junaidi pada Webinar “Tantangan Pers Kampus Di Era Digital” yang dilangsungkan via zoom, Sabtu, 27 Februari 2021, dan disiarkan secara tertulis ke redaksi portalsatu.com/.
Webinar tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Erizar, M. Ed mengatakan bahwa anggota yang tergabung dalam LPM harus memiliki kode etik wartawan yang harus dijalankan, mengedapankan sikap professional, independen, dan tidak memberitakan informasi yang bersifat hoaks.
Dalam sambutannya, Erizar juga mengapresiasi kinerja Lembaga Pers Mahasiswa yang signifikan.
Ketua umum Lembaga Pers Mahasiswa, Zulfan, mengatakan, webinar tersebut merupakan kegiatan pertama di tahun pengurusan 2021 yang dilaksanakan pihaknya. Dia berharap agar anggota LPM ke depan semakin solid dalam menjalankan program-program ke depan.
Ketua Panitia, Sonya Anggi Yani, mjenhgatakan, kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan pihaknya terkait peran pers di era sekarang.[]tla
Baca Juga: UNIKI Gratiskan Biaya Kuliah Penghafal Alquran Hingga Bermitra dengan Dayah




