BANDA ACEH – Kebijakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meniadakan pemain asing di Liga 2 Indonesia pada musim-musim sebelumnya, diharapkan dapat berubah pada musim 2018 mendatang. Harapan tersebut salah satunya disampaikan oleh pihak manajemen Persiraja Banda Aceh.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, mengungkapkan, jika diizinkan klub-klub di Liga 2 diberikan kesempatan untuk memiliki beberapa pemain asing di musim yang akan bergulir Maret nanti. Kebijakan itu dianggap sangat membantu tim.

Bagi klub yang mereka naungi saat ini, kehadiran para pemain asing tersebut bisa memberikan aura baru bagi pemain lokal lainnya.

“Adanya pemain asing itu lebih baik. Apalagi dengan kondisi pemain asingnya lebih berkualitas. Ini bisa menjadi motivasi bagi pemain lainnya,” kata Djailani, Senin, 1 Januari 2017.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com/, alasan PSSI mengeluarkan regulasi mengenai larangan bagi klub-klub Liga 2 Indonesia menggunakan pemain asing, untuk kebaikan Tim Nasional Indonesia. Selain itu, aturan tersebut juga memberikan kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk berkembang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Persiraja tersebut menyampaikan, kehadiran para pemain asing yang ada nantinya harus dibatasi setiap klub. Hal itu dilakukan agar mengurangi dan memberi ruang bagi pemain lokal yang ada.

“Pemain asing bisa tiga lah kita harapkan, misalnya dua pemain Asia, satu luar, maupun sebaliknya,” ujarnya.

Meskipun baru akan menerbitkan nama-nama para pemain skuat Persiraja yang akan dipersiapkan untuk Liga 2 musim 2018, pada Rabu, 3 Januari 2017 mendatang, dia berharap regulasi tersebut dapat diubah untuk kebaikan sepak bola Indonesia.

“Jika sudah ada pemain asing dibolehkan, peraturan atau regulasi sudah bagus, wasit kita juga sudah lebih baik, ini pasti membuat liga kita menjadi sangat bagus,” ujarnya lagi.[]