BLANGKEJEREN—Sorotan itu disampaikan terkait pemilihan kepala desa di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, di mana empat orang calon harus menanggung biaya sampai Rp50 juta atau Rp12,5 juta setiap orang.

Adalah H Idris Arlem dari Partai Demokrat yang menyoroti hal tersebut dalam rapat paripurna DPRK Gayo Lues tentang pembahasan rancangan qanun anggaran pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2020 dan rancangan qanun lainya masa sidang ke – tahun 2019 di gedung dewan setempat, Rabu, 27 November 2019.

“Untuk itu, kami meminta kepada instansi yang terkait agar menganggarkan biaya pemilihan masing-masing kepala desa di Gayo Lues, supaya tidak memberatkan orang yang hendak menjadi calon kepala desa,” katanya di hadapapan Bupati H Muhammad Amru, Wakil Bupati H Said Sani, Ketua dan Wakil Ketua DPRK, anggota DPRK, Sekda, Kepala Dinas, Badan, dan Kantor.

Idris Arlem juga meminta kepada Bupati agar segera melantik kepala desa yang sudah selesai pemilihan tanpa harus menunggu pelantikan secara serentak seperti yang diwacanakan.

Idris Arlem juga menyoroti tingginya biaya pendidikan di Gayo Lues yang tidak sesuai dengan harapan, seperti mutu dan kualitas pendidikan yang dianggap masih rendah. Begitu juga dengan Taman Makam Pahalawan Gayo Lues di samping Kompi Sangir yang tidak berfungsi.

“Kami meminta agar diaktifkan sebagaimana mestinya, sehingga setelah melaksanakan peringatan hari Pahlawan, kita bisa sejenak berkunjung sembari berdoa atas perjuangan pahlawan kita,” harapnya.[Win Porang]