Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita AcehPersoalan Menahun Belum...

Persoalan Menahun Belum Terselesaikan, Seniman Aceh Membuat FGD

BANDA ACEH – Para seniman di Aceh menilai bahwa dunia kebudayaan belum berjalan sebagaimana mestinya sejak MoU Helsinki, 15 Agustus 2005. UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, belum dijalankan bidang kebudayaan.

Menyikapi persoalan yang sudah menahun tersebut, seniman Aceh dari berbagai unsur menjadwalkan mengadakan Forum Group Discussion (FGD), pada Sabtu, 26 Agustus 2023, di ruangan tertutup Taman Seni Dan Budaya Aceh, Banda Aceh.

Acara yang direncanakan berlangsung usai salat asar tersebut menghadirkan beberapa pembicara sebagai pembuka diskusi. Di antaranya, yaitu Dr. Nurlis Effendi dari kalangan akademisi dan jurnalis, dengan tajuk bicara “Eksistensi budaya dan peradaban Aceh.

Ada juga seniman Din Saja, membawakan tajuk “Seniman Sebagai Tuan Bagi Kesenian, Pemilik yang Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan dan Kemunduran Kesenian.”

Pembicara selanjutnya, seniman Teuku Yanuarsyah (Ampon Yan), membawakan tajuk “Menakar Karya Seni Modern Aceh Masa Sekarang dan Masa depan.”

Sementara pembicara lainnya seniman Jamal Taloe, membicarakan tentang “Membangun Motivasi untuk Menjaga Bargaining Seniman dan Komunitas.

Salah seorang panitia, Cut Ratnawati, mengatakan, pihaknya berharap, FGD tersebut tidak hanya sekali itu, tapi minimal akan dibuat per enam bulan sekali atau setahun sekali dengan tema-tema diskusi yang beragam.

“Ke depan, kita harapkan persiapan acaranya lebih baik. Kita akan berdiskusi dengan berbagai bidang seni seperti yang kita lakukan ini. Semoga sukses dan lancar, untuk satu tujuan bersama. Amiin,” kata Cut Ratnawati.

Ketua Majelis Seniman Aceh, Chariyan Ramli, mengatakan, acara tersebut adalah buah pikiran para seniman yang dilakukan secara meuripee (patungan).

“Kita nembuat FGD untuk menerima masukan dari seniman dan sekaligus mencoba mencari solusi dari persoalan yang dihadapi seniman dewasa ini,” kata Chairiyan.

Chairiyan mengatakan, pihaknya mendukung para seniman untuk menyampaikan pandangannya. Panitia mengatakan, hasil FGD akan diserahkan kepada Pemerintah Aceh.

“Majelis Seniman Aceh akan memfasilitasi penyampaian hasil FGD tersebut,” kata Chairiyan.

Sebagai informasi, acara FGD tersebut dilaksanakan atas dukungan berbagai pihak, dengan kepanitiaan bersama, yaitu:

1. Chairiyan Ramli, Ketua Majelis Seniman Aceh.
2. Cut Ratnawati, pegiat seni
3. Teuku Ilham, pegiat seni
4. Mahfudh, pegiat seni
5. M. Zamzami, pegiat seni
6. Avil, pegiat musik.[]

 

 

 

Baca juga: