BANDA ACEH – Branch Manager Marketing Aceh PT Pertamina (Persero) Addieb Arselan mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama pengawasan distribusi LPG 3 Kg antara Pertamina dengan Pemerintah Aceh merupakan komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Perjanjian kerjasama ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah dan Pertamina dalam melakukan monitoring penyaluran elpiji bersubsidi agar tepat sasaran dengan harga sesuai harga eceren tertinggi (HET),” ujar Addieb di sela acara yang berlangsung di kediaman Wagub Nova Iriansyah siang tadi, Kamis, 21 Desember 2017.

Addieb menjelaskan, monitoring akan dilakukan mulai dari berbagai jaringan distribusi elpiji 3 Kg, seperti agen, pangkalan dan tidak menutup kemungkinan juga di jalur non resmi yaitu pengecer, hingga ke pengguna akhir yaitu rumah tangga dan usaha mikro. Di tingkat pangkalan ditambahkannya, akan dilihat kesesuaian harga dan ketepatan penyaluran elpiji bersubsidi sesuai peraturan yang berlaku.

“Untuk pengguna akhir, tim monitoring akan menyasar pengusaha nonmikro yang masih menggunakan elpiji bersubsidi agar beralih ke produk yang sesuai peruntukannya yaitu elpiji nonsubsidi,” jelas Addieb.

“Saya pastikan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak agen maupun pangkalan yang terbukti melanggar pendistribusian gas 3 kilogram,” kata dia.

Dalam sambutannya Addieb menyatakan mendukung pemerintah dalam mengamankan distribusi elpiji 3 Kg. “Kami berharap melalui kerjasama ini, elpiji bersubsidi dapat disalurkan sesuai dengan peruntukannya.”

Terkait kouta elpiji 3 Kg, untuk Aceh dikatakannya pada tahun 2017, tercatat sebanyak 28,38 juta tabung dan hingga sampai akhir tahun ini, sebanyak 27,5 juta tabung telah tersalur ke seluruh Aceh. Sedangkan untuk tahun 2018, kuota tersebut akan ditambah sebesar 4 persen.

“Tahun depan jika konsumsi elpiji 3 Kg masih sama seperti tahun ini, maka diperkirakan sebelum akhir stok kouta tersebut akan habis,” ujarnya lagi.

Pemerintah dan Pertamina akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen elpiji di Provinsi Aceh. Apabila terdapat keluhan dan informasi terhadap layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina di layanan kontak 1-500-000.[]