MEDAN – Pertamina Patra Niaga kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih 12 penghargaan Proper Hijau dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, di Jakarta.

Penghargaan Proper Hijau ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, kepada unit operasi Pertamina Patra Niaga yang dinilai unggul dalam pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Penghargaan ini diraih melalui Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebagai bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 12 unit operasi yang berhasil meraih predikat Proper Hijau meliputi Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, AFT Hang Nadim, Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Fuel Terminal (FT) Medan, FT Sei Siak, FT Pematangsiantar, FT Meulaboh, FT Krueng Raya, FT Sabang, IT Dumai, IT Lhokseumawe, dan FT Simeulue.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Rabu, 8 April 2026, mengatakan, capaian ini menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan operasional, tetapi juga mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Raihan 12 Proper Hijau ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami terus mendorong inovasi melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, serta program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Fahrougi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan praktik bisnis yang ramah lingkungan.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menjaga lingkungan dan menghadirkan inovasi berkelanjutan,” kata Fahrougi.

Salah satu program unggulan yang turut berkontribusi adalah Program Sempadan Bahari yang diinisiasi oleh FT Medan. Program itu menghadirkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan, seperti budidaya maggot, pengolahan sampah anorganik menjadi produk ecocraft, hingga pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kitosan dan pakan ikan. Juga dinilai berhasil menciptakan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Melalui Sempadan Bahari, limbah tidak hanya terkelola dengan baik, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Fahrougi.[]