Songkhla, Patani, Thailand Selatan – Telah terjadi pertempuran berdarah yang mematikan di tepi Pantai Sekom, daerah Tiba, wilayah Songkhla, Patani, Thailand Selatan. Pertemuran antara tentara Thailand dengan anggota bersenjata pejuang Patani, dilaporkan bahawa dua orang pejuang Patani gugur di tempat.
Menurut laporan pada pukul 18.50 malam, Ahad 6 September 2020 telah terjadi pertempuran antara pasukan keamanan Thailand unit gabungan Songkhla, yang terdiri dari anggota kepolisian dan tentara Thailand, dengan anggota pejuang gerakan kemerdekaan Patani di tiga kawasan daerah Chana dan Tiba, wilayah Songkhla.
Sebelum pertempuran itu, para tentara Thailand dilaporkan telah menemukan pergerakan anggota gerilyawan pejuang Patani di empat daerah wilayah Songkhla, mereka dengan menunggang dua buah sepeda motor ke kawasan Kg. Krang Eatam, Moo 4, Koh Saba, dearah Tiba, dan menuju ke daerah Chana, tetapi tujuan untuk bergerak tidak diketahui.
Terdapat nama dikenali sebagai Daniya Awang, 31 tahun, Azman Pokloh, 25 tahun, Surin Kaseng, 26, dan Jirasak Pengloh, 30, semuanya 4 adalah anggota kumpulan peringkat operasi yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) aparat keamanan Kerajaan Thailand.
Selepas itu, pasukan tentara Thailand langsung mengepung dan menggeledah kawasan tersebut. Tetapi mereka semua telah membubarkan diri, menunggang sepeda motor, melarikan diri ke kawasan Chana dan Tiba sehingga terjadilah pertempuran, akibatnya satu orang pejuang gugur.
Salah seorang yang gugur dikenal yaitu Usman Cikming, 39 tahun, yang masuk dalam DPO aparat keamanan Kerajaan Thailand.
Usman merupakan anggota kumpulan pejuang Patani peringkat operasi. Dia adalah penduduk Ban Huai Pling, Moo 6, Sub-distrik Tha Muang, daerah Tiba, wilayah Songkhla. Dalam pertempuran tersebut, dia gugur di tempat.
Pada pagi ini 7 September, pihak tentara Thailand melakukan operasi dan menemukan jenazah seorang pejuang Patani di kawasan pantai Sekom Daerah Tiba Wilayah Songkhla. Pejuan tersebut bernama Cek Arong Baheng atau dikenal ‘Pokcik’ usia 40 tahun.
Jenazah Pokcik ditemukan lebih kurang 100 meter dari jenazahnya Usman Cikming yang gugur, pukul 02:30 dini hari. Dari hasil penelidikan awal pihak kepolisian setempat, bahawa Cek Arong Baheng, 40 tahun, atau Pokcik merupakan pemimpin pergerakan utama di kawasan tersebut.
Upacara Pemakaman Jenazah Cek Arong Baheng Atau Pokcik
Senin, 7 September, warga setempat muslim Patani berduyun mengikuti upacara pemakaman jenazah syahid Cek Arong Baheng, yang gugur meninggal dalam pertempuran di tepi pantai Sekom, daerah Tiba, Provinsi Songkhla.
Upacara tersebut dilakukan rumah asalnya “Pokcik” sendiri di kampung Nad Pohon Nibung, daerah Nong Chik, provinsi Pattani, ratusan warga melakukan perjalanan untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman di perkuburan Nak pohon Nibung.
Sebagaimana diketahui, Patani adalah kawasan muslim Melayu yang dimasukkan ke dalam wilayah Thailand dengan licik oleh Kerajaan Inggris Raya pada 10 Maret 1909. Dengan licik Inggris telah memisahkan empat wilayah Tanah Melayu untuk menjadi wilayah Siam dengan Perjanjian Anglo-Siamse 1909.
Dalam masa yang sama British juga telah memasukkan Negeri Kelantan ke dalam tanah jajahannya yitu Malaysia sekarang. Patani sekarang berada di wilayah di Selatan Thailand, terdiri dari tiga propinsi, yaitu Songkla, Yala, dan Pattani.[]sumber:tunasonline
Selengkapnya tentang Patani silakan baca di Kompasiana.com





