BANDA ACEH – Masyarakat peduli adat dan budaya Aceh sangat berharap agar perjalanan Pilkada 2017 ini berjalan aman dan damai. Hal ini termasuk untuk tidak menyebarkan fitnah kepada rival politik.

“Aceh ini daerah istimewa, jangan ikuti budaya negatif dari daerah lain. Jadi jauhkan sifat dengki dan khianat dalam proses Pilkada. Ini sebagai bentuk menjunjung tinggi syariat Islam yang berlaku di Aceh,” ujar kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid, Senin, 24 Oktober 2016.

Dia mengatakan dalam adat istiadat Aceh telah memperingatkan hal negatif dari penyebaran fitnah. Menurutnya itu juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di dunia politik.

Hana saket ditop ngon rincong, saket that jantong ditop ngon haba,” kata pengurus Majelis Adat Aceh ini.

Menurutnya pelaku Pilkada di Aceh harus tetap menjunjung tinggi adat dan budaya lokal. Dia mengatakan sejatinya mereka harus menjaga kearifan lokal tersebut meskipun dalam kompetisi menjelang “perebutan kursi” kekuasaan di Aceh.

Bak ureung teumbon han geubi masak minyeuk, bak ureung lo aneuk han geubi wot haleuwa,” tamsil pria berkacamata ini mengibaratkan para timses atau peserta Pilkada yang tidak mampu menjaga kearifan lokal tersebut.[]