BANDA ACEH – Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Kolonel Penerbang Suliono mengatakan, pesawat bantuan perbaikan mesin dari militer Amerika Serikat akan tiba di Bandara SIM, Aceh Besar, Sabtu, 1 April 2017, setelah beberapa kali ditunda keberangkatannya.
Danlanud Kolonel Penerbang Suliono menjelaskan berdasarkan informasi ia terima, beberapa penyebab ditundanya keberangkatan pesawat bantuan yang membawa mesin cadangan dikarenakan susahnya mendapatkan jenis mesin pesawat yang mendarat darurat tersebut karena terbilang tua.
Informasi akhir itu kenapa delay salah satunya mungkin, ini kemungkinan, menurut saya karena jenis Boing 707 ini termasuk salah satu pesawat lama, kata Suliono dalam forum diskusi dengan Komisi I DPRA di Gedung Angkasa Pura Bandara SIM, Aceh Besar, Jumat, 31 Maret 2017.
Mungkin untuk engine atau mesinnya seperti itu juga tidak ada, itu menurut kami, kata dia lagi.
Diberitakan sebelumnya, satu pesawat militer jenis Boeing 707 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force) mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat, 24 Maret 2017.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Penerbang Suliono mengatakan pesawat militer yang lepas landas dari Pulau Diego Garcia (bagian Negara Inggris), Samudera Hindia melakukan pendaratan darurat sekira pukul 13.20 WIB, setelah salah satu dari empat mesin pesawat mengalami kerusakan.
Sebetulnya mereka hanya melintas saja, dari Diego Garcia menuju Haneda, Jepang. Tapi di tengah perjalanan mereka mengalami permasalahan mesin nomor empat, kata Suliono saat itu. (Baca: Pesawat Militer Amerika Serikat Mendarat di Aceh, Mengapa?)[]



