SIGLI – Para petani di Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, saat ini memanen padi masa tanam gadu. Hasil produksi mencapai 7,5 ton per hektare, sama seperti masa tanam rendengan.
Sulaiman, Imum Mukim Lutueng, Kecamatan Mane, 8 Oktober 2019, mengatakan, sawah seluas 800 hektare lebih tersebar di empat gampong dalam kecamatan itu digarap petani baik musim rendengan maupun gadu.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai panen dengan hasil memuaskan, rata-rata 7,5 hingga 8 ton per hektare,” kata Sulaiman kepada portalsatu.com/.
Adapun benih padi yang tanam pada musim gadu ini varietas ciherang batu. “Benih ini dipilih para petani karena beras harum dan enak rasanya,” ujar Sekretaris Majelis Mukim Kabupaten Pidie ini.
Sulaiman menyebutkan, air untuk mengairi persawahan petani bersumber dari saluran irigasi meski tak berfungsi maksimal.
Mantri Tani Kecamatan Mane, Fellani M. Husen, mengatakan, Gampong Mane, Turuecut, Lutueng, dan Blang Dalam, Kemukiman Lutueng, memiliki persawahan subur dan berpotensi tiga kali tanam dalam setahun. Namun, saat ini pola tanam masih 5 kali dalam 2 tahun.
“Daerah itu potensi hujan selalu ada sehingga tidak terkendala masalah air untuk mengairi persawahan,” kata Fellani.
Perawatan padi pun, menurut Fellani, tidak terlalu berat karena serangan hama penyakit minim. “Kebutuhan pupuk juga tidak banyak,” ujarnya.[]
Penulis: Zamah Sari



