LHOKSUKON – Belasan tenaga bakti petugas pemadam kebakaran (Damkar) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kesbangpol Linmas Aceh Utara, yang berada di Gampong Alue Drien, Simpang Landing, Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 27 Desember 2016. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi tenaga kontrak.
“Sejak tahun 2012 hingga saat ini, kami belum menerima jerih apapun. Semasa Kabid lama, Pak Mul, kami ada dihargai dan dianggap ada. Kami diberikan gula, uang bensin dan juga uang saat hari besar. Tapi sudah empat tahun tidak ada apa-apa lagi,” kata Koordinator Aksi, Zainal Abidin, kepada portalsatu.com, di lokasi.
Hal senada diungkap Herizal. “Kami, para tenaga bakti menuntut untuk segera dikontrak. Selama ini kami pergi kerja hanya menggunakan uang pribadi. Kami sudah mengabdi sejak 2012, tapi hingga kini tidak ada titik terang,” ujarnya.
Menurut Herizal, selain tidak menerima jerih, mereka juga tidak mendapat jatah seragam dan atribut petugas damkar. “Waktu pembagian seragam beberapa waktu lalu, kami, tenaga bakti tidak mendapat jatah. Demikian juga dengan sepatu dan atribut lainnya. Kami ingin dihargai dan dianggap ada,” katanya yang dibenarkan Zainal Abidin.
Ditambahkan, tadi pagi, sebelum aksi unjuk rasa yang mereka lakukan, para pemuda Gampong Alue Drien juga mendatangi Kantor Kesbangpol Linmas Aceh Utara.
“Kabarnya mereka kecewa karena tidak ada satu pun pemuda setempat yang lulus seleksi sebagai petugas Damkar. Mereka datang untuk meminta agar panitia seleksi dapat menerima perwakilan pemuda sebagai petugas damkar,” kata Zainal Abidin yang dibenarkan tenaga bakti lainnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Utara, Adami, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi, karena nomor handphonenya tidak aktif. []



