Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaPetugas Damkar: 'Kami...

Petugas Damkar: ‘Kami Diberi Sepatu Karet yang Meleleh Dalam Kobaran Api’

LHOKSUKON – Puluhan petugas pemadam kebakaran (damkar) dari empat pos mendatangi Kantor Kesbangpol Linmas Aceh Utara, Kamis, 8 Desember 2016. Mereka melakukan aksi protes terkait pengadaan sepatu karet senilai Rp415 ribu per pasang, padahal seharusnya yang mereka terima sepatu PDL.

Empat pos itu ialah Pos Krueng Mane, Lhokseumawe, Landeng dan Alue Bilie, Kecamatan Baktiya. Mereka datang dengan membawa selembar kertas bertuliskan, “'Teh peng sepatu kamoe, hana singeh-sengeh le nyoe (mana uang sepatu kami, tidak ada istilah besok-besok lagi)”.

“Dalam pengadaan pakaian dinas lapangan petugas damkar 2016, sekitar tiga bulan lalu kami menerima baju, celana lengkap atribut. Namun sepatu yang diberikan tidak sesuai standar. Seharusnya dengan dana Rp415 per pasang, kami menerima sepatu PDL, tapi faktanya kami malah menerima sepatu karet yang pasti meleleh jika terkena api,” kata Andri Andi, salah satu petugas Damkar ditemui portalsatu.com di depan Kantor Kesbangpol Linmas Aceh Utara.

Andri menyebut sepatu karet itu sudah dikembalikan lagi ke Kesbangpol Linmas Aceh Utara. Kala itu, kata Andi, pihaknya ditawarkan uang pengganti Rp200 ribu per orang. Namun mereka menolak, karena yang mereka butuhkan sepatu, bukan uang.

“Petugas damkar Pos Krueng Mane juga tidak mendapat baret. Hari ini kami menggelar aksi protes karena latihan sudah usai, tapi sepatu tidak layak untuk lapangan. Di sini kami bekerja penuh risiko dengan kobaran api untuk masyarakat, tapi malah diberi sepatu karet,” ujar Andri.

Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Utara Adami ditemui secara terpisah menyebutkan, dirinya tidak tahu persis tentang sepatu yang dipersoalkan petugas. “Nanti saya tanyakan ke Sekdis,” katanya.[]

Baca juga: