JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melelang pengadaan rig sumur untuk menunjang kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di Blok North Sumatera Offshore (NSO) di Selat Malaka Provinsi Aceh.

Media and Relations Manager PHE, Ifki Sukarya, menargetkan pengadaan rig bisa selesai akhir tahun ini. “Masih proses pengadaan,” ujar Ifki, 25 Oktober 2018.

PHE merencanakan mengebor tiga sumur eksplorasi di Blok NSO. Ini menjadi bagian dari komitmen meningkatkan cadangan yang bisa diproduksi (reserve to production) di blok tersebut. Apalagi kontrak baru PHE di blok tersebut sudah resmi efektif sejak 16 Oktober 2018 hingga 2038.

Lihat juga: Kementerian ESDM Perpanjang Kontrak Blok NSO di Aceh Untuk PHE Hingga 2038

Tiga sumur tersebut akan dibor hingga tahun depan. Perinciannya, satu sumur ditargetkan akan dibor akhir tahun ini dan dua sisanya di tahun depan.

Namun, Ifki belum bisa memastikan apakah jadwal pengeboran sumur tahun ini akan sesuai target. Ini karena terdapat kendala dalam memperoleh rig. “Karena lagi susah rig,” kata dia.

Sepanjang semester I-2018, kinerja produksi Blok NSO sudah melampaui target. Produksi gas PHE di Blok NSO mencapai 91 juta kaki kubik per hari (mmscfd), target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 sebesar 60 mmscfd.

Sedangkan produksi kondensat mencapai 84 barel per hari (BCPD), targetnya 66 BCPD. “PHE NSO berhasil melampaui target selama dua tahun berturut-turut,” ujar General Manager PHE NSO, Akhmad Miftah, Kamis (18/10).

Hingga kini cadangan minyak Blok NSO sebesar 272 MTSB dan gas 92 bscf. PHE berupaya untuk meningkatkan produksi dan pengembangan yang ada, sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional.

Blok NSO awalnya dikelola ExxonMobil, kemudian diakuisisi PT Pertamina pada Oktober 2015 lalu. Blok ini terletak di Selat Malaka Provinsi Aceh, dengan luas wilayah kerja 3.633 KM persegi. Blok NSO mulai berproduksi sejak 1996 dengan puncak produksi 400 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Penulis: Anggita Rezki Amelia.[]Sumber: katadata.co.id