LHOKSUKON – PT. Pertamina Hulu Energi – North Sumatra Offshore (PHE NSO) akan melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi di laut yang berbatasan dengan negara Malaysia. Pengeboran yang akan dilakukan pada tahun 2019 ini sedang dalam tahap persiapan. Sementara di darat, PHE NSO, juga berencana melakukan seismik 2D (dua dimensi) di kawasan Cunda, Lhokseumawe.
“PHE NSB di daratan, sedangkan NSO 12 mil di laut atau sekitar 100 km hingga berbatasan dengan Malaysia. Ini awalnya dikembangkan oleh ExxonMobil, di daratan tahun 1975, sementara di laut tahun 1985,” ujar General Manager PT PHE NSB–NSO, Akhmad Miftah kepada portalsatu.com/, di Point A, Nibong, Aceh Utara, Rabu, 27 Maret 2019, usai kegiatan karya bakti TNI Kodam IM bersinergi dengan PHE NSB dalam rangka perbaikan jalan dari Cluster I hingga Cluster IV.
Dari segi produksi, kata Miftah, sekarang ini posisinya sudah turun. “Dulu pernah berproduksi per hari itu 3.000 mmscfd, yaitu wilayah yang memberikan produksi terbesar di Indonesia. Sekarang posisi produksinya sekitar 150 mmscfd, artinya tinggal 5 persen dari sebelumnya. Kita punya challenge, punya tantangan tersendiri bagaimana mengembalikan hingga mempertahankan produksi, sekaligus ada potensi-potensi lain itu kalau bisa meningkat,” ucapnya.
Miftah melanjutkan, “Pada tahapan awal, di tahun ini rencananya kita akan melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi yang lokasinya berdekatan dengan Malaysia, di laut dengan kedalaman air 110 meter. Kita sedang mempersiapkan pengadaan pengeborannya, Insya Allah Agustus ini. Di darat kita juga ada rencana melakukan seismik 2D (dua dimensi) di sekitar Cunda, dan sebagian di bagian Selatan,” ungkap Miftah.
Menurutnya, tantangan terbesar yang harus dihadapi untuk mengelola lapangan yang sudah aging dengan fasilitas yang cukup besar itu lebih ke masalah operation maintenance, baik dari sisi mesin maupun infrastruktur. Contohnya, jalan dari Cluster I hingga Cluster IV merupakan sebagian dari infrastruktur yang butuh perawatan.
“Terkait pengeboran, sekarang kita sedang preparasi karena ada cukup banyak yang harus kita selesaikan, mungkin ada 35 item yang harus kita siapkan dan sekarang masih dalam proses. Insya Allah pertengahan hingga akhir Agustus nanti dan ini dilakukan oleh PHE NSO. Untuk level-level tertentu, tenaga kerjanya dari Indonesia, misalkan dalam hal supporting seperti catering dan juga lainnya termasuk security,” kata Miftah.
“Untuk yang di laut itu bukan produksi ya, karena eksplorasi mungkin lebih ke cadangan 2C. Setelah ada pengeboran eksplorasi yang ketiga dan ada penambahan sumur pengembangan, maka akan dibangun fasilitas produksinya sesuai dengan jumlah cadangannya kurang lebih 3-5 tahun, barulah ada produksinya,” pungkas Miftah.[]



