SIGLI – Sebanyak 136 Kabupaten di Indonesia rawan bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Salah satu daerah rawan bencana adalah Kabupaten Pidie.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB-RI), Willem Rampangilei, ketika meninjau lokasi banjir, di Gampong Bihue Papuen, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Rabu, 17 Februari 2016. 

“Ada 136 Kabupaten di negara kita rawan bencana. Berdasarkan statistik, banjir dan tanah longsor yang paling banyak, bahkan banyak menelan korban jiwa,” kata Willem.

Menurutnya pemerintah Pusat telah membuat kebijakan nasional untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah memasukkan kawasan bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. 

“Hal itu sebagai langkah pemerintah untuk pengurangan resiko bencana yang tentunya merugikan pemerintah dan rakyat,” kata Kepala BNPB.

Dia mengatakan pemerintah terus melakukan upaya pencegahan. Pemerintah juga memperioritaskan pembangunan di sektor pengairan serta reboisasi hutan yang selama ini sudah banyak gundul akibat penebangan liar. 

“Di sini kita mengajak semua komponen untuk sama-sama mengambil peran dalam rangka menyelamatkan hutan demi mengurangi bencana,” kata Willem.[](bna)