BIERUEN – Fantasis! Generasi muda santri Pidie kini mengukir sejarah di sayembara Muharram Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.

Dalam sejarah dan rekor MUDI Mesra Samalanga, sebelumnya tidak ada kabupaten yang mampu memborong semua juara umum dalam empat katagori sekaligus. Juara umum perlombaan katagori putra, juara umum pendidikan putra, juara umum perlombaan katagori putri, dan juara umum pendidikan putri.

Namun tahun 2016 Masehi atau1438 Hijriah, aliran darah cucu Teungku Chiek di Tiro dari negeri Pedir telah membuktikan kepada Aceh. Mereka mampu meraih prestasi luar biasa itu.

Torehan tinta emas itu diukir di sayembara se-Aceh dan luar Aceh dalam acara Muharam dan evaluasi pendidikan tahunan di Dayah MUDI Mesra Samalanga, yang berakahir, Selasa, 11 Oktober 2016.

“Alhamdulillah, ini sebuah prestasi yang sangat gemilang. Ini hasil perjuangan anak-anak didik kita dan dukungan para guru yang bahu membahu dalam mendidik serta membimbing mereka dalam beberapa tahun ini. Kini hasilnya telah mereka buktikan, bahwa pejuang Pidie itu memang best is the best,” ujar Tgk. Fauzan Iskandar, Ketua Forum Santri Pidie.

Tgk. Fauzan menyebutkan, untuk katagori putra, Pidie merebut juara umum setelah meraih tiga juara satu dan tiga juara dua dengan jumlah poin 15. Sedangkan katagori putri, juara umum dengan jumlah poin 13. Untuk juara kelas dari Mubtadiin hingga Aliyah jumlahnya sangat banyak dan Pidie mendominasinya.

Guru senior teladan Dayah MUDI Mesra Samalanga asal Pidie, Tgk. Mukhlisuddin Marzuki menilai prestasi diraih Pidie kali ini luar biasa. “Pada masa kami dulu, merebut semua juara umum rasanya sebuah impian yang tidak terealisaikan, tapi mereka (generasi santri Pidie saat ini) telah membuktikannya hari ini,” katanya.

Tgk. Mukhlisuddin berharap generasi Pidie terus meningkatkan kemampuannya, tidak cepat merasa puas dengan prestasi tersebut. “Tidak larut dalam memori kemenangan dan kebahagian,” ujar santri berprestasi gemilang dan go nasional pada masa silam ini.[]