Cerita-cerita haru korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September 2018, bermunculan.
Beberapa korban jiwa memberikan teladan bagi kita, saat mereka mengindahkan bahaya gempa demi menyelesaikan tugasnya. Alih-alih berlari menyelamatkan diri, mereka menyelesaiakan tanggung jawabnya dengan baik sebelum pergi untuk selamanya.
Sebelumnya, cerita kepahlawanan Anthonius Gunawan Agung berhasil menyentuh hati kita. Petugas Air Traffic Controller (ATC) Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, ini meninggal setelah melompat dari tower tempatnya bekerja.
Anthonius sedang bertugas memandu pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6231 yang sedang bersiap tinggal landas (take off).
Menurut Kapten Ricosetta Mafella pilot penerbangan tersebut, adalah pesawat terakhir yang take off sebelum gempa terjadi.
Agung menunggu dan memastikan pesawat benar-benar terbang dengan selamat, sebelum akhirnya ia melompat dari lantai 4 tower. Akibatnya, Agung mengalami patah tulang. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang nyawanya tak terselamatkan.
Cerita lain yang juga menggetarkan hati kita datang dari Agil Abil, mahasiswa S1 jurusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.
Saat gempa 7,7 SR mengguncang, Agil sedang azan salat Magrib di Kompleks IAIN Palu. Ia memilih untuk menyelesaikan azannya meski jemaah di masjid tersebut sudah lari menyelamatkan diri. Saat azan telah selesai dikumandangkan, Agil wafat tertimpa reruntuhan masjid.
Cerita meninggalnya Agil ini dibagikan oleh akun Facebook bernama Ronal Elrasyid pada Minggu, 30 September 2018.
“Akhi Agil ababil (Kader KAMMI Palu) sdh dipanggil Allah swt. Beliau meninggal saat Ingin menyelesaikan Azan nya meskipun semua jamaah sdh pada lari keluar Masjid dan saat azan telah selesai beliau kumandangkan, Allah panggil beliau sebagai salah satu Hadia karna telah berjuang memanggil Umat.
Selamat jalan , teman seperjuangan kami .. Semoga Amal ibadah beliau di terima di sisi Allah SWT .. Amin ..“
Kabar wafatnya Agil yang juga merupakan member PayTrens milik Ustaz Yusuf Mansur sampai pada Ustaz Yusuf Mansur.
Ia menunggah foto disertai keterangan mengenai wafatnya Agil beserta doa semoga meninggal dalam keadaan husnulkhatimah.
Penuis: Masrurroh Ummu Kulsum.[] Sumber: intisari.grid.id





