Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaPimpinan Dayah Ini...

Pimpinan Dayah Ini Kesulitan Menyebut Muzakir Manaf Sebagai Wagub

TAKENGON – Pimpinan dayah terpadu Bustanul Muhklisin, Teungku Kasyandi, mengaku kesulitan menyebut Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur Aceh. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan acara maulid di dayah tersebut yang turut dihadiri Ketua PA/KPA Muzakir Manaf, Minggu, 27 Maret 2016.

“Susah menyebut Wakil Gubernur untuk Mualem. Beliau cocok kita sebut Gubernur Aceh,” kata Teungku Kasyandi di Desa Tawarmiko, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.

Ia ikut mengajak para hadirin untuk menentukan sikap mendukung Muzakir Manaf pada Pemilukada Aceh, Februari 2017 mendatang. Dia menilai, Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf–layak memimpin Aceh ke depan. Sosok Mualem juga dinilai mampu menyatukan para tokoh dan masyarakat Aceh.

“Mudah-mudahan jika Mualem terpilih nantinya, tentunya lebih memperhatikan pasantren yang ada di seluruh Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Muzakir Manaf dalam sambutannya mengajak para umara dan ulama di wilayah tengah Aceh untuk terus membentuk terobosan dan langkah baru, guna membawa pendidikan dayah lebih maju. Menurutnya pendidikan dayah menjadi penting untuk membentuk karakter dan moral generasi Aceh.

“Peran dayah cukup penting bagi kemajuan Aceh. Maka dari itu saya terus memperjuangkan nasib dan kemajuan Aceh juga jaminan para tenaga pengajarnya,” ujar Mualem.

Wagub Aceh juga meminta agar para orang tua intens mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus menyalahgunakan narkoba. Menurutnya narkoba telah merambah ke berbagai kalangan. 

“Bahkan sabe (sabu-sabu) juga telah menyentuh pada kalangan penegak hukum dan pejabat di Aceh. Ini penting kita perhatikan. Gara-gara jih anco phak luyak generasi Aceh,” kata Mualem.[](bna)

Baca juga: