Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita Gayo LuesPimpinan Dewan Gayo...

Pimpinan Dewan Gayo Lues Igatkan Pj Bupati, Uji Kempetensi Jangan Hanya Formalitas

BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sangat mengapresiasi kebijakan Pj Bupati atas Uji Kompetensi beberapa Kepala SKPK di Medan, tetapi Uji kompetensi itu jangan hanya formalitas belaka.

Pernyayaan itu diasampaikan H. Ibnu Hasim salah satu pimpinan Dewan Gayo Lues dari Partai Demokrat, Minggu, 23 Juli 2023. Pimpinan dewan kata Ibnu Hasim, sangat menyambut baik kebijakan Pj Bupati Gayo Lues tersebut.

“Kita menyambut baik kebijakan Pj Bupati Gayo Lues untuk melakukan Uji Kompetensi beberapa Kepala SKPK Gayo Lues, hal ini sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan oleh Anggota dan Fraksi DPRK saat sidang Pembahasan LKPJ beberapa Bulan yang lalu,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Namun demikian kata mantan Bupati Gayo Lues Dua periode ini, pihaknya mengharakan agar Uji Kompetensi ini bukan hanya sekedar formalitas belaka, akan tetapi Uji Kompetensi yang digelar itu harus betul-betul mencerminkan kemampuan.

“Disamping kemampuan, tidak mengesampingkan latar belakang pendidikan, hal ini sangat diperlukan karena bila seseorang ditempatkam bukan dalam kapasitas pendidikannya, secara fsykolgi yang bersangkutan tidak mempunyai budaya malu atas tugas dan tanggung jawabnya yang terbengkalai,” ujarnya.

Hal surupa kata Ibnu Hasim, tidak kalah pentingnya membuang jauh-jauh mindset bahwa dalam menduduki jabatan untuk mendapatlan fasilitas dari jabatan tetsebut, dan mengabaikan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Hal ini perlu kami ingatkan, karena acap kali setelah duduk lupa atas tanggung jawab yang dipercayakan oleh Kepala Daerah, sehingga banyak tugas Pemerintah dalam pelayanan masyarakat terlupakan, seperti tidak terpeliharanya jalan, tidak mempunyai terobosan dalam memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap lembaga pendidikan Negeri hingga berakibat sekolah Negeri mati (ditutup),” katanya.

Contoh lainya lagi kata Ibnu Hasim, tidak berfungsinya tempat pelayanan dan tenaga kesehatan secara optimal, mengutamakan kegiatan penanganan bencana yang tidak berpihak kepada masyarakat, dan mengabaikan kepentingan masyarakat yang terkena musibah bencana, semerautnya penertiban ternak dalam perkotaan dan ketertiban berlalu lintas sesuai rambu-rambu yang ada, serta ketertiban pedagang kaki lima yang masih jadi pertanyaan di Pajak Pagi Terpadu atau di Pajak Centong.[]

Baca juga: