BANDA ACEH – Ahli Dewan Negara Malaysia merangkap Presiden Majelis Senator Malaysia Dato Sri Khairuddin Samad, dan rombongan dari Partai United Malays National Organisation (UMNO), bersilaturahmi dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Aceh di kantor DPD Partai Demokrat di Banda Aceh pada Minggu malam, 8 Mei 2016.
Pada pertemuan tersebut Datok dan pengurus Partai Demokrat membahas sejumlah poerkembangan politik di Indonesia, termasuk menggagas dan mempekuat “Nusantara Melayu” sebagai penduduk asli Asia Tenggara yang kini dipecah-pecah oleh kekuatan pendatang dari Cina.
“Kita ingin katakan kita bukan pendatang. Kita ingin katakan kita Nusantara Melayu, penduduk asli yang dipisahkan oleh Cina,” kata Dato Sri Khairuddin Samad dalam sambutannya di hadapan kader Partai Demokrat.
Menurutnya, Melayu Nusantara harus bersatu untuk menghalau kekuatan lain yang bertujuan memecah. Bahkan kata dia, Jakarta sendiri sangat takut apabila kekuatan Melayu menguasai Jakarta.
“Melayu Nusantara itu sangat luas mencakup Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Singapura adalah negara Melayu yang saat ini sudah dikuasai Cina. Kejadian itu jangan sampai menimpa Indonesia,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh Nova Iriansyah dalam pertemuan itu menyampaikan informasi perkembangan politik di Indonesia, yakni soal komunis Indonesia dan penguasaan ekonomi oleh orang-orang Tiongkok.
“Dulu di masa Orde Baru komunis ditolak di Indonesia, belakangan ini masalah itu mencuat kembali. Selain itu, orang-orang Tiongkok di Indonesia juga sudah menguasai ekonomi. Jangan sampai Indonesia menjadi seperti Singapura,” ujar Nova.
Nova mengaku sangat tertarik dengan pernyataan Dato Sri Khairuddin Samad ketika pengurus DPD Partai Demokrat Aceh berkunjung ke Malaysia 2015 lalu yang mengatakan, “Melayu pasti muslim, bila tidak muslim maka bukan melayu”.
Nova Iriansyah turut menjabarkan, Melayu Indonesia terbesar adalah Aceh, Riau dan Sumatera Utara.[](ihn)



