SUBULUSSALAM – Pintu Ruangan Ketua DPRK Subulussalam dipalang oleh sejumlah anggota dewan, Jumat, 20 Maret 2020, sekitar pukul 10:00 WIB.
Aksi pemalangan ini dilakukan karena sulitnya komunikasi antara anggota dewan dengan pucuk pimpinan di lembaga wakil rakyat Kota Subulussalam itu.
Pantauan portalsatu.com, Bahagia Maha anggota dewan dari PAN memimpin pemalangan pintu ruangan Ketua DPRK Subulussalam menggunakan dua lembar papan. Selanjutnya mereka berkumpul di ruangan Wakil Ketua I DPRK Fajri Munthe.
Di sana, terlihat Ketua Komisi A, Dolly Cibro politikus Demokrat, Saddam Husein Ali Tumangger dan Fajri Muthe dari Partai Golkar dan Jufri dan Bahagia Maha dari PAN. Beberapa menit kemudian tiba politikus PBB Karlinus.

(Bahagia Maha saat memalang pintu ruang Ketua DPRK Subulussalam. Foto: Sudirman/portalsatu)
Bahagia Maha dalam konferensi pers kepada sejumlah awak media mengatakan, pemalangan ini terpaksa dilakukan karena sang ketua selama ini tidak aktif masuk kantor sekitar satu bulan setengah.
Selain itu, kata Bahagia Maha, faktor sulitnya berkomunikasi antara anggota dengan pucuk pimpinan dewan, menjadi penyebab utama pemalangan ini terjadi.
“Ketua terkesan mengabaikan semua persoalan di kantor DPRK ini, sehingga kita melakukan aksi ini supaya beliau tahu, bahwa dia punya kewajiban dan tugas di DPRK ini,” kata Bahagia Maha.
Politikus PAN ini menyebutkan, DPRK Subulussalam adalah kantor rakyat bukan kantor partai politik. Seharusnya, sebagai orang yang dipercayakan menjadi ketua harus proaktif, tahu tugas dan fungsi sebagai pucuk pimpinan dewan.
Bahagia memaparkan, sekitar satu bulan lebih ketua jarang masuk kantor dengan berbagai alasan, termasuk DL. Dalam surat menyurat, staf sekwan terpaksa ke rumah yang bersangkutan untuk menandatangi surat-surat, agar proses administrasi tetap berjalan.
Ketua Fraksi Granat ini menegaskan aksi pemalangan pintu tersebut bukan menunjukan sikap kebencian terhadap ketua, namun ini lebih kepada perilaku ketua, yang menurut sejumlah anggota dewan, sering mengabaikan kegiatan di lembaga tersebut.
“Terkesan beliau sepele dan mengabaikan persoalan di DPRK ini, makanya aksi ini kita lakukan. Kita bukan membenci orangnya, tapi kepada sikap dan perilaku,” ungkap Bahagia Maha.
Ketua Komisi A DPRK Subulussalam, Dolly Cibro mengatakan aksi pemalangan ini lantaran sulitnya komunikasi antara anggota dan ketua dewan, ada banyak persoalan di level masyarakat yang harus dituntaskan, untuk memutuskan itu perlu komunikasi dengan pimpinan dewan.
“Ini efek dari sulitnya berkomunikasi dengan ketua, ada persoalan di level masyarakat harus kita tuntaskan,” ucap Dolly Cibro.
“Kita perlu komunikasi dengan ketua, tapi susah komunikasi sejak tiga bulan terakhir. Kita hanya mengingatkan kepada ketua, ini lembaga DPRK, bukan lembaga pribadi, banyak persoalan warga harus kita selesaikan,” ucap politikus Demokrat ini menambahkan.
Wakil Ketua I DPRK, Fajri Munthe mengatakan seyogiannya pemalangan ini tidak terjadi jika pimpinan menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Menurutnya, pimpinan itu sifatnya memfilter (menyaring) untuk memfasilitasi dan mengakomodir usulan seluruh anggota dewan.
“Tidak ada persoalan yang tidak selesai, jika komunikasi itu terjalin dengan baik, bahkan persoalan berat sekalipun bisa dituntaskan jika komunikasi terjalin dengan baik,” kata Fajri.
Politikus Golkar ini berharap ke depan, komunikasi bisa terjalin dengan baik antara pimpinan dan seluruh anggota dewan, supaya agenda tahunan yang sudah disepakati bersama itu bisa berjalan dengan baik.
Terkait pemalangan ini, Fajri berharap Sekretariat DPRK Subulussalam, bisa memafasilitasi pertemuan pimpinan dan anggota dewan, supaya persoalan ini tidak bias ke mana-mana.
Karlinus, Ketua PBB Kota Subulussalam mengatakan aksi yang terjadi pagi ini murni masalah internal di lembaga dewan, ia berharap ketua bisa mengundang seluruh anggota untuk duduk bersama membahas masalah ini.
“Ini masalah intern DPRK, kita duduk bersama kita musyawarahkan bersama-sama,” kata Karlinus.
Karlinus berpendapat sebagai pucuk pimpinan memang ada banyak undangan yang dihadiri. Namun demikian, ia berharap ketua juga harus mengayomi seluruh anggota dan lembaga DPRK Subulussalam.[]







