BANDA ACEH — Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Irmayani mengatakan, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ketujuh yang dihelat di Banda Aceh pada 5-15 Agustus 2018 akan dikemas dengan konsep berbeda. Konsep ini disesuaikan dengan semangat promosi wisata yang saat ini sedang booming di berbagai negara dan daerah. Tak terkecuali Indonesia, khususnya Provinsi Aceh.

“Daya tarik wisata saat ini menjadi salah satu prioritas di beberapa negara dan daerah-daerah di Indonesia. Karena memang sektor ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dan mengangkat PAD. Kita bayangkan, kalau ada satu juta orang yang datang ke Aceh, berapa uang yang masuk ke Aceh? Karena itu PKA tahun ini dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan luar,” kata Irmayani dalam kelas ke-27 Forum Aceh Menulis bertajuk “Menyongsong Perhelatan Akbar Tamadun Aceh PKA 7” di Aula Museum Aceh, Rabu, 7 Februari 2018.

Berbagai kegiatan telah dipersiapkan dan dikonsepkan dengan matang untuk menyukseskan dan menyemarakkan event empat tahunan tersebut. Di antaranya pawai budaya, pameran budaya, bisnis kepariwisataan, aneka lomba, pertunjukan kesenian, hingga anugerah budaya.

Jika sebelumnya arena PKA hanya dipusatkan di satu lokasi khusus, kali ini akan dibuat secara tersebar di beberapa titik yang menjadi pusat massa. Misalnya di kawasan Lapangan Blang Padang, Taman Sari, Taman Budaya, Museum Aceh, Museum Tsunami. Sedangkan Taman Ratu Safiatuddin tetap akan menjadi lokasi inti dari hajatan budaya yang pertama kali diadakan pada 1958 tersebut.

“Nanti saat PKA berlangsung kita harapkan Banda Aceh ini akan diwarnai dengan berbagai hal yang berbau dengan keragaman budaya Aceh. Mereka yang bekerja di SPBU misalnya, akan mengenakan pakaian Aceh sehingga tampak sedang ada perayaan budaya.”

Karena itu kata Irmayani, meskipun anggaran belum 'ketuk palu' pihaknya terus bekerja agar event budaya terbesar di Aceh ini bisa berjalan sesuai rencana. Ia juga berharap semua elemen masyarakat mendukung terlaksananya acara ini dengan baik. Sehingga PKA memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat Aceh.

Anggota Steering Committe PKA ketujuh, Radius, mengatakan tema PKA tahun ini adalah Revitalisasi Budaya Aceh Menuju Peradaban yang Islami. Tema ini mulai digodok sejak 2016 dan sempat mengalami beberapa kali perubahan. “Tapi yang ini sudah mendapat persetujuan dari tim dan Wakil Gubernur Aceh,” ujarnya.[]