BANDA ACEH – Tim dari program studi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) berpartisipasi dalam Programs Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Ekstakta (PKM-RE).
Tim tersebut terdiri dari tiga orang yaitu Muhammad Azharry sebagai ketua dan beranggotakan Miftahul Arzaq ( angkatan 2021) dan Haziqia Aulia Putri (angkatan 2022). Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Prof.Dr. Nasrul, S.T., M.T.
Muhammad Azharry mengatakan bahwa riset tersebut dilatar belakangi karena melihat mirisnya kualitas air sungai di Indonesia saat ini, akibat dampak dari pencemaran yang terjadi dan diperburuk oleh ketidak mampuan teknologi konvensional dalam pengurangan polutan dalam air.
Melihat kondisi tersebut, membuat tim yang dikomandoi Muhammad Azharry ini berinisiasi untuk menciptakan teknologi terbaru dalam penyisihan polutan.
Penelitian ini telah berlangsung selama empat bulan sejak April hingga Juli di Laboratorium Material dan Polimer, Jurusan Teknik Kimia USK Banda Aceh.
Pembuatan membran dilakukan dengan menggunakan Teknik Vapor-Non Solvent Induced Phase Sepration (VNIPS) di mana teknik ini merupakan gabungan dari dua metode dalam pembuatan membran yakni Vapor Induced Phase Separation (VIPS) dan Non-Solvent Induced Phase Separation (NIPS).
“Metode ini dinilai dapat mengurangi cacat pori pada membran, meningkatkan sifat anti-fouling membran dan memberikan fitur asimetris pada membran,” kata Azharry dalam siaran persnya diterima portalsatu.com/, Rabu, 17 Juli 2024.
Terungkap dari hasil penelitian bahwa membran yang telah diciptakan oleh Azharry dkk berhasil memisahkan polutan zat organic sebesar 80 % dari nilai awal.
Sementara itu , Dosen Pembimbing, Prof.Dr Nasrul, S.T., M.T mengatakan melalui dukungan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pihaknya dapat memfasilitasi aktualisasi kreativitas dan inovasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala.
“Keberhasilan ini mencerminkan sinergi positif antara kebijakan pendanaan pemerintah, institusi pendidikan tinggi, dan semangat inovasi mahasiswa dalam menghasilkan solusi berbasis riset yang relevan,” tuturnya.(ril)





