LHOKSUKON – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Aceh Utara mendukung pasangan, H Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf, yang diusung oleh Partai Aceh untuk bupati dan wakil Bupati Aceh Utara mendatang. Deklarasi dukungan tersebut berlangsung di Aula Hotel Kuta Karang Lama, Selasa, 20 September 2016.

Perwakilan DPW PKS Provinsi Aceh, DR Yusuf A Samad, mengatakan berkoalisi dengan Partai Aceh dalam hal dukungan kepala pemerintah dan daerah se-Aceh telah melewati beberapa tahapan pertimbangan. Sehingga, seluruh pengurus PKS di tingkat pusat dan wilayah komit untuk berkoalisi dengan Partai Aceh.

“PKS memilih berkoalisi dengan Partai Aceh karena ingin sama-sama memperjuangkan UUPA, sama-sama menjaga pasal-pasal Syariat Islam dalam UUPA jangan dihilangkan, karena PKS fokus pada norma-norma Islam,” kata Yusuf saat berorasi di depan Cek Mad dan Sidom Peng sapaan akrab Fauzi Yusuf.

Yusuf menambahkan, PKS adalah partai pertama yang mendeklarasikan dukungan kepada calon dari Partai Aceh. Menurutnya syariat Islam akan menjadi pondasi kemajuan Aceh, dan Partai Aceh punya komitmen besar untuk menyejahterakan rakyat Aceh.

“Maka kami memutuskan untuk mendukung kandidat dari Partai Aceh,” katanya.
 
Sementara itu calon Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib, mengajak pimpinan PKS dan semua kader untuk berkerja bersama-sama dalam proses pemenangan. Dia mengatakan kemenangan yang akan diraih, merupakan kemenangan bersama untuk Aceh Utara yang lebih baik.

“Kita semua harus bersatu, jika tidak bagaimana untuk membangun wilayah kita dengan baik sesuai harapan masyarakat. Maka dalam hal ini dengan adanya sinyal dukungan dari PKS mudah-mudahan kita akan menang pada Pilkada 2017 nanti,” kata Cek Mad.

Cek Mad mengatakan hal ini sangat berarti untuk semua pihak. Pasalnya, dia menyebutkan, masih banyak orang yang tidak ingin bersatu guna membangun Aceh Utara.

“Intinya jika terpilih kembali, kita akan meneruskan program yang telah ada karena ada sebagian yang belum terealisasi maka perlu untuk diteruskannya untuk kepentingan masyarakat khususnya di Aceh Utara,” kata Cek Mad.[](tyb)