LHOKSEUMAWE – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Lhokseumawe memastikan tidak ada pemadaman listrik selama Ramadhan 1437 H atau 2016 Masehi.

“Tidak ada pemadaman saat Ramadhan, tetapi pemadaman bersifat di luar rencana seperti bencana alam, cuaca ekstrim, angin kencang di luar jangkuan yang tidak diprediksikan, maka pemadaman tidak dapat dihindari,” kata Kepala PLN Area Lhokseumawe, Wahyu A. Hadi melalui Kepala Humas, Ali Basyah, dalam pertemuan dengan para wartawan di Kota Lhokseumawe, Jumat, 3 Juni 2016.

Ali menegaskan tidak ada rencana pemadaman listrik kecuali saat melakukan penormalan dan perbaikan terhadap gangguan yang tak direncanakan, baik di sisi pembangkit atau pada jaringan.

Menurutnya, PLN Area Lhokseumawe sangat tergantung pada sistem yang bekerja karena bila PLTMG Arun hidup, maka pasokan listrik mulai dari Panton Labu, Aceh Utara hingga Takengon aman. “Kalau Arun padam maka kita juga merasakan pemadaman,” kata Ali Basyah.

Sementara menyangkut pemadaman listrik yang sering terjadi di Lhokseumawe, ia mengaku hal itu disebabkan adanya gangguan dan tidak direncanakan. Di sisi lain, pihak PT PLN juga menginginkan agar listrik terang terus dan tidak ingin melakukan pemadaman termasuk saat magrib. Namun menurutnya saat magrib terjadi beban puncak yang menyebabkan beban mesin tinggi, sehingga mesin harus diselamatkan dengan melakukan pemadaman. 

“Kita mengharapkan masyarakat pelanggan PLN untuk mematikan minimal dua buah lampu saat beban puncak. Bila ini dilakukan maka sangat berkontribusi dalam mengurangi beban itu,” ujarnya.

Ali Basyah juga memaparkan mengenai perkembangan sistem kelistrikan di Aceh. Menurutnya jumlah pelanggan di Kota Lhokseumawe sebanyak 376.193. Sementara panjang transmisi 1.294.35, jumlah gardu 10, travo daya 19 unit dan kapasitas travo daya 640 MVA.[](bna)