LHOKSEUMAWE – Pengalaman pahit bencana banjir besar yang melanda pada akhir tahun lalu terus menjadi alarm pengingat bagi lintas sektor di Lhokseumawe untuk menjaga keselamatan warga. Bergerak atas rasa kemanusiaan dan tanggung jawab sosial, PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Arun menyerahkan satu unit perahu karet (rubber boat) kepada Polres Lhokseumawe demi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir tahunan.

Langkah nyata ini berakar dari catatan sejarah kelam pada November 2025 silam. Kala itu, wilayah hukum Polres Lhokseumawe sempat dikepung banjir parah dan ditetapkan sebagai zona merah akibat tingginya curah hujan. Memori kolektif yang belum genap setahun berlalu tersebut memicu PLN Nusantara Power Arun untuk tidak sekadar hadir sebagai penyedia energi listrik, melainkan juga pelindung bagi masyarakat di saat darurat.

Penyerahan bantuan ini dilakukan Asman Business Support PLN Nusantara Power Arun, M. Dimas Mucharomi, dan diterima secara resmi oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, di Mapolres setempat pada Rabu, 29 Juli 2026.

M. Dimas Mucharomi mengungkapkan, bantuan perahu karet ini diserahkan khusus demi meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan mempercepat proses evakuasi jika sewaktu-waktu air bah kembali mengancam pemukiman warga.

“Kami menyerahkan satu unit rubber boat ini langsung kepada Bapak Kapolres untuk memperkuat kesiapan armada kepolisian. Harapan besar kami, fasilitas ini bisa langsung menyentuh dan membantu masyarakat yang berada dalam situasi darurat, khususnya saat terjadi bencana banjir,” ujar Dimas dengan penuh harap.

Dimas tidak menampik bahwa kepedulian ini lahir dari rasa prihatin mendalam atas dampak banjir besar November 2025 yang menyisakan trauma bagi warga.

“Pengalaman pahit November 2025 lalu menjadi perhatian serius kami. Kami ingin memastikan Polres Lhokseumawe memiliki armada yang mumpuni, sehingga lebih siap dan sigap mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan cepat,” tambahnya.

Merespons kepedulian tersebut, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam. Ahzan menyebut bantuan ini datang di waktu yang sangat krusial, mengingat wilayah Aceh akan segera memasuki puncak musim penghujan pada Oktober hingga Desember mendatang.

“Perahu karet ini akan langsung kami siagakan untuk menghadapi ancaman musim hujan di bulan-bulan depan. Prioritas pengoperasiannya akan difokuskan pada titik-titik rawan banjir yang kerap merendam pemukiman warga, seperti di Kecamatan Sawang, Muara Batu, Samudera, dan wilayah Aceh Utara lainnya,” ujar Kapolres Ahzan.

Guna memastikan aset penyelamat ini selalu siap tempur, Kapolres menegaskan bahwa pengelolaan dan perawatannya diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Lhokseumawe yang memiliki keahlian khusus.

“Amanah ini akan dirawat sebaik mungkin oleh Satpol Air agar selalu dalam kondisi prima saat warga membutuhkan pertolongan. Semoga ini menjadi ladang amal dan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat kita,” pungkasnya.

Sesaat setelah seremoni penyerahan, personel Polres Lhokseumawe langsung bergerak cepat menurunkan perahu karet tersebut ke perairan Lhokseumawe untuk melakukan uji coba fungsi dan kelayakan armada. Sinergi yang hangat antara korporasi dan aparat penegak hukum ini menjadi bukti bahwa urusan keselamatan nyawa warga adalah tanggung jawab bersama yang harus dipikul secara kolaboratif.[]