BIREUEN – Plt. Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator dalam mutasi digelar di Oproom Kantor Puspemkab Bireuen, di Cot Gapu, Kota Juang, Kamis, 27 Februari 2020.
Dari 58 pejabat terdiri dari 14 eselon II dan 39 eselon III. Sedangkan lima pejabat yang sebelumnya menjabat eselon III ditempatkan sebagai pelaksana (tanpa jabatan) pada beberapa dinas.
Pejabat eselon II yang dimutasi yaitu dr. Mukhtar MARS., menjadi Staf Ahli Bupati Bireuen sebelumnya Direktur BLU RSUD dr. Fauziah Bireuen yang diisi dr. Amir Addani, M.Kes., sebelumnya Kadis Kesehatan.
Mursyid SP menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra sebelumnya Asisten I Bidang Pemerintahan. Ridwan SH sebagai Kadis Nakertrans sebelumnya Kadis Nakertrans dan Perindustrian.
Irwan, SP., M.Si., sebagai Kadis Pangan Kelautan dan Perikanan sebelumnya Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan. Drs M Nasir M.Pd dilantik sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Berikutnya Ir Alie Basyah M.Si dilantik menjadi Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM. Drs Murdani menjadi Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebelumnya Kadis Sosial yang diisi Mulyadi SE MM.
Posisi Mulyadi sebelumnya Kadis Perhubungan diisi Ismunandar ST MT yang sebelumnya menjabat Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup. Lalu Fadli ST MSM sebagai Kadis Perumahan Rakyat dan kawasan Permukiman sebelumnya Kadis PUPR.
Bob Mizwar SSTP MSi sebagai Kadis Penamaman Modal dan Pelayanan Terpadu sebelumnya Kadis PMGPKB. Jufliwan SH MM sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan sebelumnya Kadis Syariat Islam serta Muhammad Nasir SP MSM sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan sebelumnya Kadis Pertanian.
Plt. Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani mengatakan proses pengangkatan pejabat selain pembinaan karier juga bagian dari pembenahan, tuntutan adanya perubahan struktur perangkat daerah sesuai Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 3 Tahun 2019.
“Di masa kini dibutuhkan pejabat yang mampu bekerja cerdas serta memiliki inovasi-inovasi untuk memperbaiki pelayanan masyarakat. Apalagi beberapa waktu lalu Ombudsman Aceh memberi Bireuen rapor merah untuk pelayanan publik,” katanya.
Usai pelantikan, menjawab wartawan Muzakkar mengatakan tentang lima jabatan SKPK yang kosong dan staf ahli akan diisi dengan pejabat hasil seleksi terbuka yang akan dilakukan dalam waktu dekat sesuai dengan ketentuan.[](Murdeli)




