TAKENGON – Plt Bupati Aceh Tengah, Al Hudri, memperkenalkan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Aceh Tengah kepada Plt Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Soedarmo dalam acara silaturrahmi yang digelar di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah, Kamis malam, 12 Januari 2017.

Turut hadir dalam acara itu Pangdam Iskandar Muda Mayjen Tatang Sulaiman, didampingi sejumlah pejabat Kodam, sejumlah SKPA, Forkopimda dan Forkopimda Plus Aceh Tengah, paslon bupati/wakil bupati dan pimpinan partai politik.

Dalam sambutannya Al Hudri turut melaporkan kegiatan pelaksanaan pemilu yang akan di langsungkan di Aceh Tengah Februari 2017.

“Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh Tengah, sudah saya tegaskan untuk tidak bermain dalam politik praktis di pilkada ini,” kata Al Hudri di hadapan Plt Gubernur Aceh.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Tatang Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, selama dua hari ke depan ia dan jajarannya akan berada di Aceh Tengah untuk merumuskan langkah menghadapi kemungkinan kritis yang terjadi dalam pilkada Februari 2017.

TNI katanya, telah siap untuk memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat dan para paslon untuk menjalankan pesta demokrasi ini.

“TNI itu berpikir kritis, jadi akan ada langkah cepat saat masa kritis itu datang,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panwaslih untuk menjaga amanah yang telah diemban sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang telah dibebankan. Hal itu penting guna menciptakan pilkada yang Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (Luber) dan Jujur dan Adil (Jurdil).

Dalam pelaksanaan pilkada kata Soedarmo, dua lembaga (KIP-Panwaslih-Red) merupakan lembaga primadona guna mewujudkan pilkada yang demokratis.

“Dua lembaga itu primadona dalam pilkada, semoga bekerja sesuai aturan,” kata Soedarmo.

Ia juga mengapresiasi ASN yang ada di Aceh Tengah karena sejauh ini belum terlibat dalam politik praktis dalam tahapan pilkada 2017.

“Ini apresiasi penuh, karena saya belum terima laporan adanya keterlibatan ASN di Aceh Tengah dalam pilkada,” ujarnya.

Kepada masyarakat ia juga meminta untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani tanpa ada tekanan dan paksaan. Soedarmo menilai, penting bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih guna mennetukan masa depan daerah melalui tangan pemimpin yang akan mengemudi kabupaten Aceh Tengah.

“Gunakanlah hak pilih kita sebagai masyarakat, karena ini nasib Aceh Tengah lima tahun ke depan, kalau bisa kita harus salat istiqarah,” kata Soedarmo.[]