BANDA ACEH – Memperingati 12 tahun bencana gempa bumi dan tsunami, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI Soedarmo bersama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh serta masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, menggelar ziarah kubur, yang dipusatkan di kompleks pekuburan massal Ulee lheue, Senin, 26 Desember 2016.

Seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh, yaitu Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, Pangdam Iskandar Muda, Myjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Aceh, Rio S Djambak, Kajati Aceh Raja Nafizal serta Pelaksana Tugas Wali Kota Banda juga terlihat menghadiri ziarah kubur tersebut.

Untuk diketahui bersama, setidaknya terdapat lebih dari 14 ribu korban tsunami bersemayam di kuburan massal Ulee Lheue. Setiap tahunnya, ada ribuan orang yang berziarah ke kawasan ini.

Usai do'a bersama Plt Gubernur dan Wali Nanggroe didampingi unsur Forkopimda Aceh juga melakukan tabur bunga. Selanjutnya, Gubernur dan rombongan berjalan kaki menuju Masjid Baiturrahim Ulhee Lheue, dan berzikir bersama.

Tahun ini, pelaksanaan peringatan tsunami yang diisi dengan zikir bersama digelar di mesjid yang menjadi saksi sejarah kedahsyatan gempa bumi dan tsunami yang terjadi padi Minggu pagi, 26 Desember 2014. Mesjid Baiturrahim menjadi satu-satunya bangunan yang tersisa di kawasan Ulhee Lheue, pasca guncangan gempa berkekuatan 9,3 SR serta hantaman gelombang tsunami. Padahal, ribuan bangunan lainnya porak poranda tersapu tsunami.

Kini, Mesjid Baiturrahim dan Mesjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu objek wisata religi dan tsunami yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.[]