SUBULUSSALAM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan Kota Subulussalam menyampaikan protes keras kepada manajemen Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) karena menurunkan harga Tandan Buah Sawit (TBS) kelapa sawit mencapai Rp 1.000 per kilogram.

Protes itu disampaikan Plt Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam, Supriono dalam konferensi pers di ruang Asisten II Sekdako Subulussalam, Senin, 31 Januari 2022.

Supriono menyampaikan pernyataan ini menindaklanjuti keluhan ribuan petani sawit di daerah itu akibat harga TBS turun drastis sehingga merugikan petani kelapa sawit di Bumi Syekh Hamzah Fansuri itu.

Supriono mengatakan, kebijakan DPO dan
Domestic Market Obligation (DMO) hanya 20 persen tapi fakta di lapangan pihak pabrik di Kota Subulussalam justru memainkan harga hingga melebihi 20 persen.

Karena itu, idealnya penurunan paling tinggi harga TBS Rp 300 per kilogram bukan melebihi atau mencapai Rp 1.000 perkilogram seperti terjadi di salah satu PMKS di Kota Subulussalam.

Menurutnya, penurunan harga TBS mencapai Rp 1.000 per kilogram terjadi hingga 24 jam lebih mengakibatkan para petani sawit dan agen pengepul mengalami rugi besar.

“Harga TBS kelapa sawit turun sampai Rp 1.000 per kilogram itu hanya di Subulusalam, di tempat lain tidak seperti itu, turunnya masih di kisaran Rp 300 per kilogram,” ungkap Supriyono.

Lebih jelas, Supriono membandingkan harga TBS kelapa sawit di Subulussalam dengan di Provinsi Riau masih berada kisaran Rp. 2.800 – Rp. 2.900 per kilogram atau turun hanya sekitar Rp 300 per kilogram.

Harusnya, kata, Supriono, harga TBS di Subulussalam saat ini masih berada di kisaran Rp 2.900 per kilogram, mengingatkan harga CPO berada di level Rp 15.000 per kilogram.

Karena itu, Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam bersama para petani sawit di sana mendesak PMKS di Subulussalam segera mengevaluasi harga TBS yang terlanjur turun drastis.

“Kami meminta PMKS meninjau ulang harga TBS yang terlanjur turun drastis, petani bersama Apkasindo Perjuangan akan terus melakukan aksi protes, bila perlu kami akan turun ke jalan melakukan aksi,” tegas Supriono.[]