LHOKSEUMAWE – Cuaca buruk disertai angin kencang di Kota Lhokseumawe sejak sepekan terakhir mulai memakan korban. Satu pohon kelapa dikabarkan tumbang dan menimpa rumah kayu milik janda miskin di Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kamis, 30 November 2017, sekitar pukul 10.50 WIB.
Untung, saat kejadian itu rumah dalam kondisi tanpa penghuni. Pemilik rumah, Fatimah, 38 tahun, mengaku saat kejadian sedang berjualan es di MIN Kutablang, tidak jauh dari rumahnya.
“Saya tadi sedang jualan di MIN, ada yang beritahu kejadian ini, saya langsung pulang. Anak saya yang masih bayi saya bawa jualan, dan yang empat lagi sedang sekolah,” kata wanita itu dengan nada sedih.
Fatimah awalnya sempat khawatir jika pohon kelapa tinggi yang ada di dekat rumahnya tumbang. Kekhawatiran tersebut akhirnya terbukti hari ini. Pohon kelapa itu tumbang dan menimpa bagian depan rumah kayunya.
Wanita itu juga bingung karena tak punya dana untuk memperbaiki rumahnya yang sudah rusak. Apalagi pendapatannya dari berjualan es tak seberapa. Jangankan untuk memperbaiki kerusakan rumah, penghasilannya dari berdagang es tersebut hampir tidak cukup untuk makan sehari-hari. Korban juga mengaku tidak tahu harus menginap dimana karena atap rumah kayu yang berstatus sewa itu sudah rusak dan masuk air hujan.
Informasi dihimpun wartawan menyebutkan, angin kencang disertai hujan melanda kawasan ini sebelum pohon kelapa tersebut tumbang. “Tidak ada yang lihat pohon itu tumbang karena warga sedang sibuk semua. Saya tahu setelah terdengar suara gemuruh, ketika saya cek asal suara ternyata ada pohon kelapa tumbang,” kata Pak Pon, 38 tahun, tetangga korban.
Amatan portalsatu.com/, pohon kelapa itu tidak hanya merusak rumah Fatimah, tetapi membuat arus lalu lintas di Jalan Kenari, macet. Hal ini dikarenakan hampir setengah pohon kelapa menggantung sekitar tiga meter di atas permukaan jalan. Akibatnya, banyak mobil dan kendaraan roda dua tidak berani melintas.
Sejumlah anggota RAPI, kepolisian, TNI dan dibantu warga sekitar bergotong royong berusaha memotong dan memindahkan batang pohon dari lokasi. Selain itu, mereka juga berupaya menyelamatkan barang-barang milik korban yang masih berada di dalam rumah.[]



