BANDA ACEH – Tim Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur masih memburu senjata api AK-56 yang disembunyikan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) “Setan Botak Peureulak”. Anggota KKB mengambil AK-56 dari Brigadir Faisal setelah menikam hingga menewaskan personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara itu di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, dini hari.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, S.H., Senin, 27 Agustus 2018, mengatakan, tim gabungan hingga kini masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “Tim masih menyisir lokasi untuk mencari senjata api laras panjang jenis AK-56 milik Polres Aceh Utara beserta amunisinya yang diambil tersangka dari Bripka Faisal,” kata Misbahul dalam keterangannya kepada portalsatu.com/.
Misbahul melanjutkan, “Untuk senjata AK-56 dan lainnya masih dalam pencarian. (Minggu) tadi malam diamankan sebuah granat jenis manggis dan pistol revolver milik almarhum Bripka Anumerta Faisal yang diambil pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur berhasil menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penikaman hingga menewaskan Brigadir Anumerta Faisal. Lima anggota KKB ditangkap, dan seorang lainnya tewas ditembak lantaran melakukan perlawanan saat akan dibekuk.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, menyebutkan, KKB itu dikenal dengan nama “Setan Botak Peureulak” yang diketahui merupakan kelompok perompak laut di perairan Aceh. “Penangkapan dilakukan (Minggu) tadi malam, mulai jam 17.30 sampai 20.00 WIB di kawasan pertambakan masyarakat Madat di Aceh Timur,” katanya.
Dia menjelaskan, keenam tersangka itu berinisial SM (28), BH (36) dan SR (43), warga Aceh Timur. “Tiga orang lainnya MA (18), warga Langsa, FS (42), warga Aceh Utara, dan ZK (33), warga Aceh Timur. ZK tewas dalam penangkapan ini karena melawan petugas,” ujar Misbahul.
Menurut Misbahul, (almarhum) Brigadir Faisal yang tewas dalam menjalankan tugas, kini memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta menjadi Brigadir Kepala (Bripka). (Baca: 5 Anggota KKB ‘Setan Botak Peureulak’ Ditangkap dan 1 Lainnya Tewas)[](rel)
Lihat pula:
Ini Kata Kabid Humas Polda Aceh Tentang Brigadir Faisal Tewas Ditikam di Pantai Bantayan
Sosok Brigadir Faisal di Mata Rekannya: Setia dan Berhati Lembut




