BerandaBerita AcehPolisi Gayo Lues dan Tim TNGL Tangkap Dua Orang Perambah Hutan Leuser

Polisi Gayo Lues dan Tim TNGL Tangkap Dua Orang Perambah Hutan Leuser

Populer

BLANGKEJEREN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gayo Lues bersama tim TNGL menangkap dua orang terduga perambah hutan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di pegunungan Arul Nege Dusun Tetumpun, Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung. Luas hutan yang sudah ditebang mencapai empat hektare.

Kapolres Gayo Lues AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, S.H., S.I.K., melalui Kasatreskrim Iptu M. Abidinsyah, S.H., Rabu 20 Maret 2024, mengatakan penangkapan terhadap dua orang pelaku itu dilakukan pada Selasa (19/3), pukul 11:00 WIB. Kedua terduga pelaku merupakan warga Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues.

“Yang diamankan petugas adalah S umur 27 tahun, warga Desa Ramung Musara dan temannya M, 23, Ramung Musara yang berstatus pelajar/mahasiswa,” katanya.

Penangkapan itu kata Kasat Reskrim bermula pada Selasa, personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Gayo Lues bersama Tim TNGL Wilayah III Blangkejeran menuju ke lokasi yang diduga adanya aktivitas perambahan di pegunungan Arul Nege Dusun Tetumpun Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues. Di lokasi petugas menemukan satu orang pelaku berinisial M sedang memotong batang pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

“Kemudian petugas mengamankan pelaku dan melakukan pengembangan, selanjutnya diamankan pelaku lain berinisial S. Kedua pelaku sudah melakukan perambahan seluas ± 4 hektare. Petugas mengamankan kedua orang pelaku tersebut beserta barang bukti satu unit sinso warna hitam,” ujar Abidinsyah.

Kapolres Gayo Lues mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Gayo Lues agar tidak melakukan perambahan hutan, pembakaran hutan dan lahan yang dapat merusak ekosistem lingkungan.[](Anuar Syahadat)

13 KOMENTAR

  1. Maaf, saya kira ini tidak adil , coba lihat di dekat perbatasan Gayo Lues abdiya sana tepatnya di singgah mata mereka bebas menggunduli hutan untuk di jadikan kebun. Jgn pentingkan konglomerat ketimbang masyarakat. Mereka buatkebun untuk bertahan hidup.

    • Betul sangat giliran yg kaya nanti bebas membuka lahan dimana mereka mau
      Sayang xli masyarakat petani yg di tngkap ketika mau berkebun.
      Giliran nyuri nnti ketangkap juga

  2. Sungguh sungguh tidak satupun sesuai dengan kenyataan dalam keterangan berita ini.. dari segi LUAS jauh dengan kenyataan.. lihat di lokasi luas hanya 0.5 hektar dari 2 orang tersebut. Ini sungguh tidak adil . Kebenaran nya bisa kita lihat di lokasi lahan.. perambahan tersebut telah ber lalu 2 bulan yg lalu…,

  3. Semua tetap salah tidak ada adil atau tidaknya, ingat semua ada aturannya jika mau digarapun tidak sertamerta dibolehkan walau hanya sekedar menyambung hidup yang namanya manusia itu serakah dan merusak tatanan ekosistem jika dibiarkan

  4. Alah tai ara ke tai, polisi ni ta betih he male reraya anti perahe sen nyak oya, cube engon si laen e tebang e sawah pien hektar i ken gere i tangkap, ini masuk kthk len, nge i ber pajak e nye tangkap . Kam ha gilen cube kam murip nyanya pak polisi.

    Nyak ini model e polisi i Indonesia ni lo mera kenah ate jema, tikik tikik tangkap, ara kahe depet nengkam peh beles ne ari tuhen pak karena nge dzolimi kam anak yatim e.

      • ta kami petani ni peh gere le kasa kami nuke uten pak pol..ari tap giara pat le naeh kune male.. ke turah berempus kami kati man anak kami.. ta ike gere bebuet gere masap dapur kami.. cube i buh ku diri me pak pol.. pakek cube ate nurani me..

      • ta kami petani ni peh gere le kasa kami nuke uten pak pol..ari tap giara pat le naeh kune male.. ke turah berempus kami kati man anak kami.. ta ike gere bebuet gere masap dapur kami.. cube i buh ku diri me pak pol.. pakek cube ate nurani me..

  5. Padahal saudara M sedang membuat melakukan galong ton lede ( membuat tempat cabai) terus di bilang sedang memotong kayu, saya saksi nya karena saudara M adik saya, sedang kan kebun yang di tebang nya sudah masuk dalam kthk alias di izin kan, kami membayar pajak nya jadi jangan seenak jidat kau melakukan itu, ini tindakan dzolim pak polisi, ingat pak anda juga punya keluarga jangan sampai karma tertuju pada keluarga anda

  6. Masyarakat kecil akan kemana lagi mengadu nasib, karena udah gak ada yg bisa di tebang. Tdk punya gaji, tidak punya remon, tidak punya tunjangan.
    Berbeda dengan yg enak bicara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya