LHOKSEUMAWE — Polisi berhasil membongkar aksi pengoplosan bahan bakar minyak dengan cara mencampurkan premium dengan pertalite untuk menghasilkan pertalite oplosan di tiga rumah di Kota Lhokseumawe, Senin, 22 Januari 2018.
Polisi menahan tiga orang yang diduga pengoplos, masing-masing UN, 58 tahun, warga Kampung Jawa Baru, TS, 48 tahun, warga Pulo Jeumpa, Kecamatan Sakti, Aceh Pidie dan seorang ibu paruh baya inisial HA, 49 tahun, asal Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha melalui siaran pers menerangkan, pengungkapan kasus tersebut berkat penyelidikan tim Resmob yang mendapatkan laporan pengguna roda dua yang kerap mengeluh sepeda motor rusak setelah menggunakan BBM Pertalite eceran.
“Hasil pemetaan yang dilakukan anggota kita dalam beberapa hari ini terungkap ada tiga lokasi pengoplosan Pertalite, yaitu milik tersangka UN di Kampung Jawa Baru, milik TS di jalan Listrik, Kampung Jawa Baru, tepatnya di Pasar Inpres, Lhokseumawe dan milik HA di Hagu Barat Laut,” kata Budi.
Ia juga menjelaskan, dari dua lokasi milik tersangka UN dan TS disita BBM premium sebanyak 670 liter dan 34 liter BBM jenis pertalite. Sedangkan di lokasi milik tersangka HA di Hagu Barat Laut disita 200 liter BBM jenis solar dan premium.
“Ketiga tersangka saat ini sedang diperiksa penyidik, mereka mengaku mendapatkan BBM itu dari Aceh Timur dan Aceh Utara, dijual kembali ke pengecer dengan harga pertalite di SPBU dan aksi tersangka sudah dilakukan sejak sebulan lalu,” ujarnya.[]


