REDELONG – Tim penjinak bom (Jibom) Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh di Lhokseumawe diturunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan lintas Takengon – Bireuen, Dusun Menderek, Kampung Alur Punti, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang menjadi lokasi ledakan mobil dinas Ketua Komisi A DRPK Bener Meriah, Mansyur Ismail.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 16:30 Wib kemarin, Sabtu, 17 September 2016, telah terjadi ledakan di dalam mobil Inova Warna hitam BL 136 Y, milik Mansyur Ismail. (Baca: Ada Anggota TNI Dalam Mobil Dewan yang Meledak)
“Sumber ledakan belum bisa kita pastikan, tapi dari hasil olah TKP pertama, jelas ledakan terjadi di dalam mobil dan petugas menemukan bahan peledak,” kata Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri, melalui selulernya, Minggu, 18 September 2016.
Saat ledakan terjadi katanya, Mansyur Ismail tidak berada di dalam mobil. Yang bersangkutan dilaporkan tengah berada di Jakarta.
Informasi yang berkembang, sebelum ledakan terjadi, dilaporkan adanya Orang Tak Dikenal (OTK) menggunakan sepeda motor Yamaha Vixon yang menyerempet mobil dan melempar bom melotov kedalam mobil.
Kapolres Deden Somantri tak menampik adanya isu yang beredar tersebut. Namun katanya, informasi itu masih simpang siur.
Petugas, kata Kapolres juga sudah melakukan penyisiran, namun belum ditemukan bukti-bukti yang mengarah kepada kebenaran informasi pelaku pelemparan bom melotov, apalagi kata Kapolres Deden Somantri kaca mobil bagian sopir hanya sedikit saja yang terbuka.
“Jadi kecil kemungkinan isu pelemparan bom itu. Tapi dalam penyelidikan nanti juga bisa saja informasi itu benar adanya,” katanya. (Baca: Ini Nama-Nama Korban Ledakan Granat Dalam Mobil Dewan Bener Meriah)
.
Dalam kasus itu sebut Kapolres, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi. Sementara Mansyur Ismail selaku pemilik mobil sekaligus keluarga korban akan dimintai keterangan usai kembali dari Jakarta.
Saat ditaya apakah apakah saudara Mansyur Ismail sebelumnya pernah mengadukan laporan ancaman atau sejenisnya kepada pihak kepolisian, Kapolres Deden Somantri mengaku tidak pernah.[]



