Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaNewsPendidikanPoliteknik Negeri Lhokseumawe...

Politeknik Negeri Lhokseumawe dan PHE Cetak Talenta Digital Berlisensi Nasional

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB & NSO mencetak talenta digital melalui Pelatihan dan Sertifikasi Digital “Junior Graphic Designer”. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada pengujung November hingga pertengahan Desember 2020 di Laboratorium TIK PNL. Penutupan pelatihan sekaligus penyerahan sertifikat dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Utama Kamus PNL, Selasa, 6 April 2021.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan Drs. Irbar Samekto, M.Si., Direktur PNL Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., Field APO Manager PT PHE NSB & NSO Dirasani Thaib, Asisten II Sekda Lhokseumawe Dr. Ir. Tgk. H. Anwar, S.T., M.T.

Ketua panitia pelaksana, Muhammad Hatta, mengatakan pelatihan dan sertifikasi digital ini diikuti 20 peserta (putra dan putri) dari 10 kecamatan di sekitar PHE NSB NSO. Yakni, Kecamatan Syamtalira Aron, Tanah Luas, Nibong, Matangkuli, Langkahan, Tanah Jambo Aye, Lapang, Tanah Pasir, Samudera, Kabupaten Aceh Utara, dan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mencetak talenta atau SDM level teknisi yang mumpuni di bidang desain grafis yang bermuara pada pengurangan angka pengangguran,” ujar Muhammad Hatta yang juga Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL.

Bung Hatta menyebut pelatihan tersebut dilaksanakan sejak 23 November hingga 16 Desember 2020 selama 72 jam pertemuan tatap muka di Laboratorium TIK PNL. Pelatihan ini mengikuti dan mengadopsi dari Program Digital Talent Schoolarship (DTS) Vocational School Graduate Academy (VSGA) Kementerian Kominfo yang sudah dijalankan sejak tahun 2019, dan salah satu penyelenggaranya adalah PNL.

“Dari 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini, sebanyak 18 peserta mampu menyelesaikan tepat waktu dan dinyatakan kompeten oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P3 berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia,” tutur Bung Hatta.

Direktur PNL Rizal Syahyadi mengatakan sertifikat berlinsensi BNSP sudah diterima atau diakui di seluruh negara Asia Tenggara dan Australia. “Jadi, bagi peserta yang telah lulus itu mereka dapat bekerja di mana saja di Indonesia dan luar negeri, Negara Asean. Karena mereka memang dipersiapkan untuk dapat berdaya saing global,” kata Rizal Syahyadi kepada para wartawan usai penutupan pelatihan tersebut.

Rizal berharap ke depan pelatihan itu dapat berlanjut dan ditingkatkan dari junior menjadi senior. PNL juga akan membuka pelatihan skema lainnya yang bisa diikuti masyarakat terutama di wilayah kerja PT PHE dan perusahaan besar lainnya.

“Karena yang menggerakkan roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini adalah yang berbasis IT. Tentunya (yang punya keahlian di bidang IT) mendapat peluang kerja dan bisa mandiri, berwiraswasta maupun berperan aktif di tengah masyarakat, terutama golongan ekonomi kecil dan menengah,” tutur Rizal Syahyadi.

Sebelumnya, Rizal Syahyadi dalam pidatonya pada acara penutupan pelatihan tersebut mengatakan saat ini kita sedang memasuki era revolusi industri 4.0. Di mana dunia telah bermigrasi dan bertransformasi dari dunia fisik ke dunia digital.

“Kita harus terus mempersiapkan diri dalam upaya menjalani migrasi digital. Pelatihan semacam ini menjadi jawaban terhadap kebutuhan di masa kini dan masa mendatang, dimana semua sudah dilakukan secara digital. Kami PNL siap diajak bekerja sama dengan pihak manapun untuk mendidik anak negeri,” ujar Rizal Syahyadi seraya mengucapkan terima kasih kepada Manajemen PHE NSB NSO yang telah mempercayakan PNL sebagai mitra penyelenggara pelatihan menggunakan dana CSR.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM & Penelitian Kominfo Medan Irbar Sumekto mengatakan permasalahan digital menjadi fokus utama Kementerian Kominfo, khususnya dalam pengembangan ekonomi digital. “Hal ini sesuai target pemerintah, supaya Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 mendatang,” kata Irbar.

Irbar menyebut junior graphic designer adalah salah satu bentuk pelatihan okupasi sudah lama dijalankan Kementerian Kominfo dan berlisensi nasional, yang merupakan salah satu kompetensi di bidang multimedia.

“Saat ini banyak sekali peluang kerja di bidang digital. Saat ini orang berbisnis dan bagaimana bisa melihat peluang dalam desain grafis ini. Kementerian Kominfo selalu mendukung, karena berprinsip, semakin unggul SDM maka pembangunan Indonesia semakin cepat,” ujarnya.

Field APO Manager PHE NSB NSO Dirasani Thaib mengatakan kegiatan tersebut bentuk komitmen pihaknya membantu masyarakat lingkungan perusahaan. “Kami berharap, pelatihan yang kami buat ini bisa bermanfaat buat peserta. Insya Allah, kita akan buat lebih baik lagi. Jadi, ini penutupan acara tempo hari, bukan penutupan selamanya. Kegiatan serupa mudah-mudahan bisa berlanjut ke depan. Kemudian kepada peserta harus bisa mengimplementasi skill dan keahliannya,” kata Dirasani Thaib.

Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan untuk memberikan peluang kepada pemuda Aceh Utara, baik dalam peningkatan kapasitas SDM di bidang digital maupun bidang lainnya.

“Pelatihan dan sertifikasi digital ini sangat penting, karena saat ini cukup banyak dibutuhkan talenta atau SDM level teknisi dalam bidang graphic designer. Mudah-mudahan para peserta yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan lagi skill dan kompetensinya,” tutur Fauzi Yuusf dalam sambutannya.

Wali Kota Lhokseumawe diwakili Asisten II Sekda Tgk. Anwar, menyebut ilmu diperoleh para peserta dari pelatihan tersebut sangat penting dan bermanfaat kepada masyarakat. “Hampir semua sektor bisnis dalam beriklan menggunakan jasa desain. Untuk menciptakan hasil karya yang bagus, bukan hal yang mudah, apalagi jika tak memiliki latar belakang pendidikan,” ujar Tgk. Anwar.

Salah seorang peserta pelatihan yang dinyatakan kompoten, Mahyuni dari Kecamatan Tanah Pasir, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan ia merasa puas. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, saya bisa mengembangkan skill. Mudah-mudahan ke depan slot pesertanya bisa ditambahkan,” ucapnya. [](*)

Baca juga: