BLANGKEJEREN – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gayo Lues memeriksa proyek rabat beton di desa Uning Pune, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Kamis, 25 Maret 2020. Tim Tipikor turun setelah mendapat laporan dari petani coklat di kawasan tersebut.

Polisi menemukan proyek senilai Rp590 juta yang dikerjakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) ada yang sudah rusak, ada yang baru ditempel, dan ada pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spek.

“Pengecekan terhadap proyek itu dilakukan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dikerjakan dengan yang semestinya atau belum, kalau memang ada dugaan tidak sesuai, maka kami akan menyurati pihak terkait meminta dokumen-dokumen yang diperlukan,” jelas Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam melalui Kasat Reskrim Iptu Irwansyah.

Baca Juga: Anggaran Belum Dicairkan Honorer Gigit Jari.

Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu karena masih belum mengetahui apakah proyek itu masih dalam masa pemeliharaan atau masa pemeliharaanya sudah habis.

“Kalau masa pemeliharaan sudah habis, kita bisa langsung memprosesnya, tetapi kalau masih ada masa pemeliharaanya, maka kita tunggu habis dulu, baru kita cek lagi apakah sudah sesuai atau ada indikasi tidak sesuai pengerjaanya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Said Selamat warga desa Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren yang berkebun cokelat di seputaran jalan rabat beton Uning Pune mengungkapkan jalan rabat beton tersebut sudah rusak, banyak yang bolong, meski masih bisa dilintasi kenderaan.

Menurut Said Selamat, ketebalan rabat beton yang dibangun dengan menggunakan anggaran BKAD itu bervariasi, mulai dari 1 inci hingga ada yang lebih tebal. Akan tetapi kondisinya saat ini sudah rusak dan belum dilakukan perbaikan.

“Anggaran begitu besar, tetapi pekerjaanya sudah rusak parah. Untuk itu saya selaku petani yang memanfaatkan jalan tersebut meminta kepada pihak kepolisian agar mengeceknya, kalau memang tidak sesuai, tolong diproses,” pintanya.

Sementara itu Thalib selaku  Pengulu (Kepala Desa) Uning Pune dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, apakah pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan dan siapa penanggung jawab pembangunan rabat beton itu, hanya menjawab, “Ya rabat beton yang mana.”[]