LHOKSEUMAWE Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus mengatakan program atau kegiatan menggunakan dana aspirasi dewan tidak dianggarkan dalam APBK murni tahun 2017.
Dana aspirasi kali ini tidak ada. Boleh dicek ke RKA SKPK-SKPK (Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Kota), kata T. Sofianus alias Pon Cek dihubungi portalsatu.com, 4 Maret 2017, sore.
Pon Cek mengklaim anggaran kegiatan rapat-rapat DPRK dalam APBK 2017 juga mempertimbangkan efisiensi. Seluruh fraksi di dewan, kami ikat pinggang. Hari ini saya bangga sebagai anggota dewan, ujar politisi Partai Demokrat ini.
Menurut Pon Cek, saat ini Pemko Lhokseumawe memiliki utang tahun 2016 sangat besar yang harus diselesaikan kepada pihak ketiga secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Itulah sebabnya, kata dia, pemerintah dan dewan sepakat pembayaran utang itu lebih diprioritaskan, sehingga tidak dianggarkan bantuan sosial usulan baru termasuk dari dana aspirasi dewan.
Anggota Badan Anggaran DPRK Lhokseumawe M. Hasbi dihubungi, Sabtu malam lalu, juga menyatakan tidak ada dana aspirasi dewan dalam APBK murni 2017 yang telah disetujui bersama pada 27 Februari. Tidak ada dana aspirasi dalam APBK kali ini, katanya.[](idg)

