Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaPospera Aceh Besar...

Pospera Aceh Besar Sikapi Isu Pelanggaran Pilkada

Oleh: Hidayatullah, S. Pd

Memilih pemimpin yang berintegritas agaknya perlu menjadi persoalan yang besar dalam sistem politik yang bergerak secara dinamis. Upaya-upaya yang signifikan sangat diperlukan menyoal memilih pemimpin tersebut. Pilkada serentak baru saja dilalui oleh semua lapisan masyarakat yang bernaung di Negeri Serambi Mekkah ini. Data yang telah masuk pada KPU Aceh hampir rampung dan kini hanya saja menunggu keputusan resmi dari KIP Aceh saja.

Secara kontribusi, POSPERA Aceh Besar sudah menggelar beberapa kali sosialisasi terkait pemilihan calon kepala daerah di Aceh Besar, dan melihat bursa elektabilitas kedua pasangan calon serta visi-misi dan program dari setiap pasangan calon. Dan secara prinsip serta sikap, POSPERA Aceh Besar mendukung dan mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati no urut 2 yaitu pasangan Saifuddin Yahya, S.E dan Juanda Jamal, S.T.

Pasca pilkada Aceh 15 Februari 2017 lalu, berbagai polemik kian timbul dan terkuak, di Aceh Besar khususnya. Setelah perhitungan manual kotak suara dan pengisian C1 misalnya, banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan yang mencederai legalitas dan mencoreng kedamaian keabsahan pilkada serentak di Aceh.

Indikasi-indikasi kampanye hitam, money politic, dan para pelaksana pilkada di Aceh Besar yang tidak netral. Aroma-aroma negatif ini yang membuat masyarakat Aceh Besar kian berang dan khawatir terhadap pemimpin terpilih nantinya. Ditambah berita beberapa waktu yang lalu mengenai pembukaan posko pengaduan kecurangan-kecurangan pilkada di Aceh Besar oleh Tim pemenangan Saifuddin Yahya, S.E dan Juanda Jamal, S.T.

Atas  dalih inilah, POSPERA dan sejumlah Ormas lainnya di Aceh Besar merasa terpukul atas isu dan polemik tersebut apabila benar adanya. Tentunya, pihak yang dizalimi mengalami kerugian yang amat besar dalam kasus yang masuk ke dalam pelanggaran-pelanggaran pemilu tersebut. Mulai dari moril, materil hingga konsep pilkada damai di Aceh. Dan yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah KPU Aceh Besar dan KIP Aceh secara massif.

Menyangkut persoalan hukum ini, POSPERA Aceh Besar melalui  Sekretaris Teuku Helmi menyebutkan, akan mengutuk keras perilaku-perilaku yang merusak moral demokrasi di Aceh Besar ini. Selaku ormas Pengusung pasangan yang bermotto pasangan ‘SAHAJA’ ini. Mengecam aksi dan ulah pihak-pihak yang melakukan pelanggaran pilkada di Aceh Besar, khususnya pemilihan bupati dan wakil bupati lalu.

POSPERA Aceh Besar sendiri menuntut pihak panwaslih dalam hal ini mengambil tidakan tegas. Pada point-point pentingnya yaitu. Pertama, kita sepakat untuk menciptakan pilkada di Aceh Besar 2017 yang jujur, adil, dan berkualitas. Kedua, meminta kepada pihak pengawas, yaitu panwaslih untuk segera memproses pelanggaran pilkada di Aceh Besar yang tuntas dan juga tegas, sebagai komitmen POSPERA Aceh Besar diawal pergerakannya. Dan Ketiga, mengutuk keras apabila pelanggaran yang diajukan oleh Tim Pemenangan Pasangan SAHAJA ke Panwaslih Aceh Besar terbukti dan benar adanya, POSPERA Aceh Besar selaku lembaga pendukung pasangan SAHAJA dengan tegas dan bijaksana siap mengawal proses ini yang sedang dilakukan oleh pihak Panwaslih.

Kemudian, Helmi juga menambahkan, “Walaupun KIP Aceh Besar sudah melaksanakan pleno terkait pemenang di Aceh, kita tetap akan menunggu keputusan Panwaslih dalam melakukan proses pelanggaran pilkada yang diajukan oleh Tim Pemenangan Pasangan SAHAJA ini. Dan POSPERA secara tegas menyatakan berada di barisan depan dalam mengawal proses penindakan pelanggaran pilkada Aceh Besar”.[]

*Aktivis POSPERA ACEH BESAR

Baca juga: