BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Aceh menyoroti krisis listrik dewasa ini yang perlu segera dicarikan solusinya. Mereka juga meminta peran aktif semua stakeholder untuk mengatasi masalah penting ini.

“Mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat Aceh. Ditambah lagi suplai listrik kita saat ini masih tergantung pada Provinsi Sumatra Utara,” ujar Ketua DPD Pospera Aceh, Tarmizi dalam siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 5 Mei 2016.

Tarmizi mengatakan Pemerintah Aceh harus segera merealisasikan proyek geothermal sebagai energi alternatif untuk mengatasi masalah listrik. Menurutnya proyek yang mendapatkan dana hibah Bank Pembangunan Jerman (KfW) senilai EUR 7.720.000 atau setara Rp 100 miliar lebih ini, seharusnya sudah dapat dilaksanakan untuk menjawab persoalan krisis listrik di Aceh.

“Pemerintah Aceh harus melihat proyek geothermal sebagai peluang bagi pembangunan Aceh. Maka peran aktif Pemerintan Aceh harus terlihat secara nyata. Di sisi lain berbanding sejalan dengan semangat kita untuk menumbuhkan iklim investasi di Aceh. Perlu diingat, ketersediaan listrik yang memadai juga menjadi prasyarat investor akan melakukan investasinya di Aceh,” ujar Tarmizi.

Pospera turut mempertanyakan alasan proyek geothermal yang lamban terealisasi tersebut. Seharusnya, kata Tarmizi, proyek ini sangat strategis untuk menopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di sektor riil yang akan berkembang di Aceh.

“Pemerintah Aceh jangan lamban, lakukan terobosan untuk pelaksanaan proyek ini. Begitu juga dengan DPRA untuk terus mengingatkan Pemerintah Aceh agar serius dalam pelaksanaan proyek ini,” ujarnya.[](bna)