“Bang, carikanlah aku lowongan, suntuk kali aku enggak ada sumber pemasukan. Mau usaha enggak punya modal,” keluh seorang kerabat yang menganggur.

“Ubah dulu pikiranmu untuk 2 hal. Pertama bukan lowongan kerja, tapi cari penghasilan.  Kedua tubuh dan pikiranmu itu modal terbesar,” kata saya dengan sedikit marah.

Sahabat!!!

Banyak orang gagal sejahtera karena pola pikirnya. Kita terutama kaum pribumi salah mendidik. Sekolah baik baik agar mudah mendapat pekerjaan. Atau bahkan memilih sekolah yang menjamin langsung bekerja. Kalangan kelas menengah atas berlomba memilih sekolah ikatan dinas. 

Bahkan yang orang tuanya pebisnis. Jarang mendidik anaknya berbisnis. Ini menjadi fonomena umum.

Banyak orang kemudian enggan terjun ke bisnis. Alasan klasik tidak ada modal. Pertanyaannya benarkan modal itu adalah fresh money? Tentu ini mainset yang sesat.

Modal terbesar adalah ide. Selanjutnya potensi diri seperti kesehatan, pendidikan dan semua potensi di alam adalah modal.

Banyak orang gagal. Sebabnya menutup diri dengan pola pikirnya. Membatasi diri dengan kesempitan pola pikir. Sempit pola pikir menyebabkan matinya kreativitas. 

Silakan lihat dan perhatikan. Benarkah orang orang sukses sebagian besar karena bermodal uang? 

Sukses itu bukan karena Anda bermodal uang. Tapi kerja keras dan kerja cerdas. Keluasan berpikir dan kreatif. Tentu saja tugas kita berusaha mengeksploitasi seluruh potensi kita. Selanjutnya tuhanlah menentukan. Maka barengi usaha dengan berserah diri.[]