ACEH UTARA – Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda, Paloh Gadeng, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, memperingati Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, Kamis, 4 April 2019. Dayah tersebut dipimpin ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Mustafa Ahmad akrab disapa Abu Paloh Gadeng.

Peringatan Israk Mikraj tersebut sebelumnya dijadwalkan akan dihadiri Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto. Namun, tiba-tiba terjadi perubahan jadwal, seperti disampaikan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Aceh, sehingga capres 02, batal menghadiri acara tersebut. (Baca: Prabowo Subianto Batal Hadiri Peringatan Israk Mikraj di Dayah Abu Paloh Gadeng)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid, kepada para wartawan di dayah itu, Kamis, mengatakan, “Kita sudah berencana, tetapi Allah SWT punya kuasa sehingga Pak Prabowo berhalangan untuk menghadiri acara Israk Mikraj di dayah ini. Kegiatan di Medan juga berhalangan hadir. Maka beliau (Prabowo) atas nama pribadi dan capres 02 meminta maaf”.

TA. Khalid mengaku tidak bisa berasumsi secara berlebihan mengenai penyebab sehingga Prabowo tidak dapat berkunjung pada kegiatan tersebut. “Tetapi masyarakat bisa melihat dan menilai sendiri mengenai kondisi demokrasi di negara kita ini,” ucapnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia umumnya, pada tahun 2019 ini mari melihat secara bersama-sama bagaimana untuk mengubah nasib bangsa Indonesia. “Tidak ada solusi lain, yang ada hanya pergantian kepemimpinan kekuasaan di Republik Indonesia untuk ke depan,” ujar TA. Khalid.

Sementara itu, ulama kharismatik Aceh, Abu Paloh Gadeng, menyebutkan, dirinya kecewa atas tidak bisa hadir capres 02, Probowo, dalam rangka peringatan Israk Mikraj di dayah ini. “Karena ada Abu (teungku) para undangan dari Banda Aceh datang ke sini ingin melihat Pak Probowo secara langsung, dan ingin mendengar suaranya. Tetapi dengan kegagalan ini maka semua keinginan dimaksud memang harus dibendung di dalam hati”.

“Saya berharap kepada Pak Prabowo Subianto agar bisa berkunjung ke sini pada kesempatan lainnya untuk ke depan. Mudah-mudahan beliau itu dalam Pilpres 2019 bisa menduduki RI 1 (Presiden RI) dengan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Wakil Presiden untuk ke depan,” ucap Abu Paloh Gadeng.

Selain itu, lanjut Abu Paloh Gadeng, diharapkan kepada seluruh masyarakat supaya dalam berpolitik ini jangan jahat. “Juga kepada badan pelaksana pemilu agar jangan menipu. Kemudian apa yang difatwakan oleh MPU Provinsi Aceh harus ditaati, yaitu haram menjual suara,” tegasnya.

“Untuk masyarakat Aceh mari kita memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai capres-wapres pada Pemilu 2019,” ujar Abu Paloh Gadeng.

Sementara itu, Ketua Pantia Tgk. H. Syarifuddin Ali, mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut kedatangan capres 02, Probowo dalam rangka acara peringatan Israk Mikraj tersebut. Akan tetapi secara tiba-tiba mendapat kabar bahwa Probowo berhalangan hadir sehingga pihaknya sedikit merasa kecewa.

“Bahkan banyak dari masyarakat mengkonfirmasi kepada kami untuk menghadiri acara ini. Artinya persiapannya sudah matang untuk menyambut Pak Prabowo, pihak pengamanan pun sudah siap semua,” ujar Tgk. Syarifuddin.

Tgk. Syarifuddin menambahkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa alasan Prabowo tidak bisa hadir pada acara ini. “Walaupun demikian, peringatan Israk Mikraj ini tetap dilaksanakan dan penceramah kita hadirkan ulama Aceh, yaitu Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop,” ungkapnya.[]