JAKARTA PDI Perjuangan harus menyiapkan sosok pengganti Megawati Soekarnoputri yang akan pensiun dari dunia politik dan meletakkan jabatannya sebagai ketua umum setelah 24 tahun memimpin partai itu. Lantas, apakah pucuk pemimpin PDIP akan diserahkan kepada kader internal atau diteruskan trah Soekarno?
Melansir inilah.com, setidaknya ada dua nama cucu Bung Karno yang saat ini aktif dalam dunia politik, yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Prananda Prabowo yang aktif di internal partai. Kalau dari trah Soekarno itu Prananda Prabowo jagoannya,” kata pengamat politik Igor Dirgantara, Rabu, 26 April 2017.
Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) itu menyebut sosok Prananda cocok untuk memimpin PDIP. Prananda juga dinilai dapat diterima semua pihak. “Saya melihat itu peluangnya bagus, dia laki-laki, dia tidak banyak bicara, aktif di partai lalu tidak dapat banyak kritik lah dari pihak non-PDIP di luar,” ujar Igor.
Sedangkan kader selain trah Soekarno muncul nama Presiden Jokowi. “Saya jawabnya fifty-fifty (sama-sama berpeluang),” kata Igor kepada inilah.com
Namun, menurut Igor, trah Soekarno berpeluang besar untuk menjadi Ketum PDIP. Trah Soekarno telah memimpin PDIP sejak tahun 1993 silam. Saat itu Megawati terpilih sebagai Ketum PDI dalam kongres luar biasa di Surabaya. “Saya menilai trah Soekarno unggul sedikit kalau seandainya harus dari kader trah Soekarno itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan pihaknya belum membahas secara spesifik terkait pengganti Megawati dari jabatan ketum partai ini. “Sama sekali ga ada pembahasan itu (pengganti Mega),” kata Andreas, dilansir inilah.com.
Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, pemilihan Ketum PDIP akan digelar setelah masa jabatan Megawati berakhir tahun 2020 mendatang. Tahun tersebut PDIP akan kembali menggelar kongres lima tahunan untuk memilih ketum. “Kongres partai 2020,” ujarnya.[]



