RAMALLAH – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghubungi via telepon ayah dari Ahed al-Tamimi, gadis Palestina berusia 16 tahun penerima “Penghargaan Keberanian Hanzala” dari Turki.
Dilansir dari kantor berita resmi Palestina WAFA, Abbas menelpon Basim al-Tamimi ayah dari gadis Palestina tersebut. Abbas memuji Ahed dan keluarganya yang terus-menerus hadir dalam aksi demonstrasi mengecam pembangunan permukiman Yahudi dan penjajahan Zionis.
Ayah Tamimi mengatakan bahwa putrinya memiliki kepercayaan yang kuat dan pendirian yang teguh. Ayah Tamimi juga menekankan bahwa keluarganya akan terus mengecam segala bentuk penjajahan yang dilakukan Israel.
Tentara Israel menahan Ahed al-Tamimi dan ibunya pada tanggal 19 Desember, sementara sepupunya Nur Tamimi ditahan pada keesokan harinya.
Pengadilan Israel pada 25 Desember lalu memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan keluarga al-Tamimi selama empat hari.
Dalam persidangan, Ahed tidak diizinkan untuk berbicara dengan ayahnya, sementara kakinya terlihat dirantai. Dia juga dikawal oleh 13 tentara Israel.
Hakim menolak permintaan pengacara untuk membebaskan Ahed, ibu, dan sepupunya.
Usai persidangan, Ahed meneriakkan slogan mengutuk pasukan Israel.
Kepada Anadolu Agency, Bassem al-Tamimi mengatakan bahwa semua tuntutan yang dibacakan terhadap putrinya tidak berdasar.
Ahed dianugerahi “Penghargaan Keberanian Hanzala” oleh Turki karena menentang tentara Israel yang menangkap saudara laki-lakinya pada tahun 2012.
Recep Tayyip Erdogan, yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, bersama istrinya menemui Ahed untuk menyampaikan kekaguman mereka atas keberaniannya.[]Sumber:Anadolu Agency




