MELBOURNE – Seorang pria asal Sri Lanka yang membuat ulah di dalam pesawat di Australia terancam hukuman 20 tahun penjara. Pria bernama Manodh Marks itu diketahui terbukti bersalah setelah mencoba mengambil alih kendali pesawat milik maskapai Malaysia Airlines.

Ulah pria berusia 25 tahun itu terjadi ketika pesawat dengan nomor penerbangan MH128 lepas landas dari Bandara Melbourne. Kala itu, Marks nekat menerobos masuk ke kokpit pesawat sembari berteriak akan meledakkan pesawat. Para penumpang kemudian kompak melumpuhkan pria tersebut.

Sebagaimana dinukil dari Strait Times, Sabtu (9/12/2017), setelah dilumpuhkan oleh beberapa penumpang, Marks kemudian diikat sebagai langkah berjaga-jaga. Pesawat sendiri terpaksa mendarat darurat. Atas kejadian ini, Kepolisian Australia sempat mendapat kritik publik atas kinerjanya yang dianggap lamban.

Pasalnya polisi baru datang satu jam setelah mendapat laporan. Marks yang merupakan seorang calon koki diketahui baru saja selesai menjalani perawatan psikologis di Pusat Medis Monash di Clayton sesaat sebelum naik pesawat. Benda yang sebelumnya diklaim sebagai bom belakangan diketahui merupakan powerbank.

Di pengadilan, Marks telah mengakui kesalahannya. Dan jaksa menuntutnya dengan dakwaan melakukan upaya pembajakan pesawat. Hakim Pengadilan Magistrat Melbourne telah mengonfirmasi jika Marks memang memiliki riwayat penyakit kejiwaan dan tak terhubung dengan kelompok teror manapun. Aksi Marks ini diketahui berlangsung pada 31 Mei 2017.[]Sumber:okezone