BLANGKEJEREN – Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kabupaten Gayo Lues menangkap seorang warga bekerja sebagai guide freelance di Dusun Kedah, Desa Penosan, Kecamatan Blangjeranggo. Pemandu wisata atau gaet turis itu kedapatan memproduksi kopi dicampur ganja alias kopi dangdut di salah satu Mes Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampinggi Kasat Narkoba AKP Syamsuir, dan Kasubag Humas Aiptu A. Dalimunthe, Senin, 4 Januari 2021, mengatakan tersangka yang ditangkap berinisial IB (46), warga kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Bukit Brastagi Kota Tanjung Pinang, diduga memproduksi kopi bercampur ganja.

“Tersangka IB kita amankan, Jumat, 1 Januari 2021, sekira pukul 00:20 WIB, di salah satu kamar Mes TNGL yang terletak di Kedah (tempat rekreasi dan juga salah satu jalan menuju puncak Gunung Leuser). Kita juga mengamankan barang bukti ganja,” kata Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, pihaknya mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki yang bekerja sebagai gaet turis memiliki dan memproduksi kopi dicampur ganja. Berdasarkan informasi itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, penggeledahan dan penangkapan terhadap tersangka.

“Dari hasil penggeledahan, kita mengamankan barang bukti satu bungkus ganja dalam plastik warna putih dengan berat 2,5 ons, dua botol warna putih berisi biji ganja, akar ganja yang sudah dipotong, satu bungkus kopi yang sudah dibungkus plastik bening, dua bungkus kertas paper, satu HP, dan satu tas ransel,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka, kata Kapolres, ganja tersebut diperolehnya dengan cara ditanam sendiri.  Sebagian dibeli seseorang berinisial N (33), warga Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren dengan harga Rp700 ribu seberat 500 gram ganja kering.

“Sehubungan dengan pekerjaan pelaku sebagai gaet turis, penyidik menduga jika tujuan pelaku membeli narkotika jenis ganja dan dicampur dengan kopi ganja alias kopi dangdut untuk dibagi-bagikan kepada turis mancanegara yang berkunjung ke objek wisata Kedah atau yang hendak menuju puncak Leuser,” ujarnya.

Di Kabupaten Gayo Lues, kopi bercampur ganja alias kopi dangdut kerap menjadi pembahasan sebagian orang. Bahkan setiap orang yang meminum kopi bercampur ganja itu akan terlena jika mendegar musik dangdut.[]