BLANGKEJEREN – Tembok penahan tebing dan badan jalan yang dikerjakan PT Telaga Megabuana pada peningkatan Jalan Blangkejeren – Tongra, Kecamatan Tragun, Gayo Lues, berbatasan dengan Aceh Barat Daya (Abdya), ambles sepanjang sekitar 15 meter di daerah Arul Batin Gunyak, Kecamatan Blangkejeren. Proyek multiyears dengan anggaran Rp387 milar lebih dari APBA-Otsus Aceh itu masih dalam proses pengerjaan.
Acir, Humas PT Telaga Megabuana Rabu, 17 Februari 2021, mengatakan tembok penahan tebing dan badan jalan yang sedang dikerjakan itu ambruk atau ambles lantaran tanah sangat labil saat hujan deras. Perusahaan rekanan ini akan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
“Saat ini kami sedang menunggu tim perencana dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh karena ada beberapa titik badan jalan yang ambruk. Seperti di daerah Arul Batin, daerah Pasir dan beberapa titik lainya, sehingga penanganannya sesuai dengan perencanaan,” kata Acir di salah satu warung kopi Raklunung Blangkejeren.

(Acir, Humas PT Telaga Megabuana saat memberikan keterangan kepada portalsatu.com/. Foto: Anuar Syahadat)
Sebelum dimulai pekerjaan, kata Acir, tim perencanaan dari Banda Aceh pernah turun ke lapangan. Namun, pekerjaan kecil seperti badan jalan yang terancam ambruk tidak tampak. Setelah dikerjakan dan turun hujan barulah tembok penahan tebing serta badan jalan ambruk.
“Jadi, posisi kami sekarang menunggu perencana, baru melakukan perbaikan. Itu masih tanggung jawab kami melakukan perbaikan. Penyebab ambruknya tembok penahan tebing dan badan jalan itu sama sekali bukan kekurangan semen atau kekurangan material, tapi karena curah hujan tinggi dan tanahnya labil,” jelasnya.
Sementaara menyangkut adanya isu bahwa penimbunan badan jalan di daerah Tongra menggunakan tanah liat atau tanah gunung, Acir mengakui memang sejak 23 Desember 2020 lalu pihaknya sudah memulai pekerjaan sampai 22 Desember 2022 nanti.
“Itu bukan timbunan, tetapi masih tahap pelebaran dan pembersihan badan jalan. Khusus untuk timbunan masih belum dilakukan, kalau timbunan kan pasti menggunakan bahan tertentu sesuai dengan kontrak,” ujarnya.
Menurut Acir, sejak pengerjaan proyek multiyears sepanjang 91 Km itu hingga sekarang, 15 Km badan jalan dari Blangkejeren sampai Tongra berbatasan dengan Abdya sudah dilakukan pelebaran. Sekitar 600 meter tembok penahan tebing dalam masa pengerjaan, dan 80 Km jalan sudah dibersihkan.[]

(Pelebaran badan jalan Blangkejeren batas Abdya. Foto: Istimewa)





