SUBULUSSALAM – Sejumlah warga di Cepu Indah mengeluhkan proyek pembangunan tanggul di sepanjang Kali Cepu yang membentang di Gampong SubulussalamTimur lantaran dinilai tidak ada manfaatnya.

Proyek yang dikerjakan CV. Harapan Kita dengan anggaran 1.241.018.000,00 (Satu Milyar Dua Ratus Empat Puluh Satu Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Rupiah) tersebut dinilai tidka bermanfaat.

Ketua BPG Gampong Subulussalam Timur, Ringan Berutu, mengatakan, sejak tanggul tersebut dibangun sudah dua kali daerah ini dilanda banjir yang lebih parah dari sebelumnya.

“Katanya untuk mengurangi banjir tapi nyatanya kami makin parah dihantam banjir,” keluhnya kepada portalsatu.com, Selasa 2 Januari 2016.

Ia mengaku punya dugaan kuat bahwa konstruksi bangunan tersebut tidak sesuai standar. Buktinya, kata dia, bangunan yang baru dikerjakan akhir tahun 2015 tersebut ambruk dan tanpa besi.

“Kalau mau lihat kualitas bangunan tanggulnya coba cek ke sana dekat jembatan itu, ada yang ambruk dan tidak ada besinya,” timpal warga lainnya.

Ia mengaku, dirinya dan penduduk lain berharap agar pemerintah Kota Subulussalam kembali mengevaluasi bangunan tanggul di Kali Cepu Indah. Pasalnya, warga menilai tanggul tersebut justru memperparah keadaan banjir.

“Selain membuat makin parah, biasanya banjir hanya bertahan dua hingga empat jam. Ini malah semakin lama lantaran tidak tersedianya sistem buka tutup pada bangunan tanggul yang menelan biaya miliaran Rupiah tersebut,” katanya.[]

Laporan: Wahda