BerandaBerita Gayo LuesProyek Penataan Lahan Puskesmas Blangjeranggo Rp599 Juta Dilelang, KPA Belum Tahu Item...

Proyek Penataan Lahan Puskesmas Blangjeranggo Rp599 Juta Dilelang, KPA Belum Tahu Item Pekerjaan

Populer

BLANGKEJEREN – Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mulai melelang proyek-proyek tahun 2021 yang nilainya mencapai Rp9,8 miliar lebih melalui LPSE kabupaten setempat. Mulai dari proyek penataan lahan Puskesmas, pembangunan Poskesdes, penambahan ruangan Puskesmas, hingga membangun rumah dinas Puskesmas. Namun, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) belum mengetahui item pekerjaan yang sudah dilelang tersebut.

Proyek sudah dilelang di LPSE Kabupaten Gayo Lues antara lain penataan lahan Puskesmas Blangjeranggo dengan pagu Rp599,9 juta, pembangunan Poskesdes Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren Rp675 juta, pembangunan Poskesdes Desa Peparik Dekat, Kecamatan Blangjeranggo Rp675, pembangunan Poskesdes Desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang Rp675 juta, pembangunan Poskesdes Desa Ketukah, Kecamatan Blangjeranggo Rp675 juta.

Pembangunan penambahan ruang Puskesmas Perawatan Pining Rp3 miliar, pembangunan penambahan Puskesmas Perawatan Terangun Rp3 miliar, dan pembangunan rumah dinas Puskesmas Perawatan Terangun Rp540 juta. Jika ditotalkan, proyek yang dilelang Dinas Kesehatan Gayo Lues mencapai Rp9,8 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Riadussalihin, SKM., didampingi Kabid PSDK dan juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kegiatan itu, Muhammad Husin, Senin, 14 Juni 2021, mengatakan susah menjelaskan item apa saja yang akan dikerjakan sebelum kontrak selesai dikerjakan.

“Kalau siap kontrak lebih enak dan lebih pas menjelaskan item apa saja yang akan dikerjakan. Kalau sekarang belum tahu kita apa saja item pekerjaannya, mungkin saja berubah-ubah,” kata Muhammad Husin saat ditanya item apa saja yang akan dikerjakan pada kegiatan penataan lahan Puskesmas Blangjeranggo senilai Rp599 juta.

Muhammad Husin juga mengaku “terlalu jauh ke belakang” saat ditanya item apa saja yang diusulkan sebelumnya hingga dana penataan lahan mencapai setengah miliar lebih.

“Yang sudah dilelang di LPSE sumber dananya dari DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) dan dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Dan ada juga yang belum tayang seperti renovasi Poskesdes, itu dilakukan renovasi karena sudah tidak layak bangunannya melakukan pelayanan dasar,” kata Husin di ruangan Kadis Kesehatan.

Dinas Kesehatan beralasan melakukan penataan lahan yang nyaman, supaya pasien yang datang berobat bisa sembuh sebelum diobati dokter ketika hanya melihat taman saja, dan untuk meningkatkan akreditasi Puskesmas.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya