SIGLI – Proyek atau kegiatan diduga usulan pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRK Pidie tahun anggaran 2020 di Dinas Pendidikan (Disdik) tinggal dua paket. Sebelumnya sempat dialokasikan empat paket pokir di Disdik Pidie, tapi dua di antaranya diduga terpangkas saat refocusing dan realokasi APBK 2020. Sedangkan di Dinas Pemberdayaan Perempuan (PP) hanya satu paket pokir dewan.
Plt. Kepala Disdik Pidie, Ridwandi, kepada portalsatu.com/, Senin, 23 November 2020, mengatakan saat ini tinggal dua dari awalnya empat paket. “Awalnya memang ada empat seperti dalam.daftar yang Anda tunjukkan itu, tetapi saat ini tinggal dua paket lagi. Sedangkan dua lainnya kita tidak tahu dipindahkan atau dialihkan kemana,” ujar Ridwandi saat portalsatu.com/ menunjukkan daftar diduga paket pokir dewan.
Dua paket pokir dewan yang masih ditempatkan di Disdik Pidie yakni Pembangunan Pagar MTsN Cot Glumpang, Kecamatan Glumpang Baro Rp150 juta, dan Bantuan Pelatihan Menjahit untuk Masyarakat Miskin dan Pengangguran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Kamoe, Kecamatan Peukan Baro Rp50 juta.
Menurut Ridwandi, dua paket lainnya yang tidak ada lagi di Disdik yaitu Penataan Halaman SDN 1 Aree, Kecamatan Delima Rp100 juta, dan Pengadaan Buku Agama untuk SD dalam Kecamatan Delima Rp100 juta.
Sementara di Dinas Pemberdayaan Perempuan (PP) hanya satu paket pokir yakni Pengadaan Alat PKK Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga Rp35 juta.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas PP Pidie, Ainul Mardiah, kepada portalsatu.com/, 20 November 2020, melalui pesan WhatsApp. “Benar, kami hanya ditempatkan satu paket pengadaan,” tulis Ainul. Dia pun balik bertanya, “Apa ada masalah di lapangan?”
Sebelumnya, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, saat dikonfirmasi tentang dana pokir yang ditempatkan di sejumlah dinas, meminta portalsatu.com/ menanyakan langsung ke SKPK. “Mohon dikonfirmasi langsung dengan SKPK,” ucap Mahfuddin, 28 September 2020.[]



